Cinta Mati, Ibu Muda Nekat Gantung Diri Ingin Susul Sang Suami ke Surga

oleh -116 views

KANDANGAN – Diduga stres dan cinta mati setelah ditinggal suaminya meninggal dunia, seorang ibu muda yang memiliki 1 anak bernama Laila (23) nekat menyusul suaminya ke akhirat dengan cara gantung diri di rumahnya pada hari Minggu (12/5) 06.00 WITA. Warga di Dusun Datar belimbing RT 01, RW 1 Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu pun geger. Tetangga korban bernama Irnawati (35), saksi yang pertama kali melihat jenazah Laila tak bernyawa akibat gantung diri.

Gambar 1,2,3 TKP bunuh diri dan korban semasa hidup

Mayat wanita cantik yang masih mengenakan daster lengan pendek dan rambut acak-acakan tersebut sudah tewas tergantung dengan seutas tali rafia warna merah yang diikat pada kayu penyangga atap pada ruang tengah rumahnya. Irnawati berteriak histeris saat pertama kali menemukan Laila dalam kondisi sangat mengenaskan menggantung dengan lidah menjulur, mata melotot, dan buang air besar (BAB). Terdapat kursi plastik yang sudah roboh di dekat jasadnya.  Menurut keterangan saksi, ia ke rumah Laila karena sudah janjian mau ke Pasar Kandangan pada hari Minggu pagi. Saksi terakhir bertemu korban saat shalat tarawih. Pada jam 02.oo dini hari korban juga masih terlihat online di akun Facebook miliknya, terangnya.

“Menurut keterangan, saksi berusaha mengetuk pintu untuk menjemputnya Laila ke pasar. Tapi beberapa kali pintu diketuk tidak ada jawaban. Dia kemudian membuka pintu rumah, yang ternyata tak dikunci,” Melihat korban yang tergantung, sontak saksi langsung berteriak dan memanggil ibu korban Barliawati (42) yang rumahnya berdekatan dari rumah Laila. Sontak sang ibu histeris dan meminta pertolongan Budi, warga yang kebetulan melintas di depan rumah Laila. Polsek Loksado yang menerima informasi warga langsung mendatangi tempat kejadian, dan melakukan identifikasi.Kapolres HSS Dedi Eka Jaya, melalui Kasatreskrim Polres HSS AKP Susilo, yang dikonfirmasi membenarkan penemuan perempuan muda yang tewas gantung diri.

Mengenai motif mengakhiri hidupnya, diduga karena stres setelah suaminya meninggal. Laila yang bekerja sebagai perangkat desa tersebut diketahui pernah menikah dan memiliki anak yang masih balita, akan tetapi suaminya meninggal dunia. “Suaminya juga tewas dibunuh, dan ditemukan di Mentewe Tanah Bumbu beberapa waktu lalu,” kata Kasatreskrim.

Dan berdasarkan info dari keluarganya, semenjak suaminya meninggal Laila sering melamun dan bingung sendiri. Anaknya yang masih kecil pun sering dititipkan di rumah neneknya. Sebelum mengakhiri hidupnya, Laila juga meninggalkan selembar surat wasiat di atas meja yang berisi permintaan maaf korban ke orangtuanya, dan menitipkan anaknya. Di surat tersebut juga tertulis bahwa korban rindu dan ingin bertemu dengan almarhum suaminya di surga. Pihak keluarga menolak korban di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Akan tetapi, menurut AKP Susilo, pihak Polsek Loksado berinisiatif membawa dokter dari Puskesmas Loksado melakukan pemeriksaan di rumah tempat kejadian.

“Korban murni gantung diri karena dari ciri-ciri mayat saat pertama kali ditemukan, korban meninggal akibat kekurangan oksigen dan menahan sakit karena jeratan tali di lehernya. Selebihnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” katanya.