BNN Grebek Sabu di Tambun, Warga Kira Penangkapan Geng Motor

oleh -144 views

BEKASI – Penggerebekan truk membawa 100 kg lebih sabu, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Perumahan graha Melasti, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, dikira warga setempat penangkapan kelompok geng motor, yang sudah lama meresahkan masyarakat.

Penggerebekan itu sendiri sempat dividiokan lalu  diposting oleh seseorang melalui aku facebooknya yang menyebutkan “Saat ini polisi sedang menangkap geng motor yang meresahkan warga Tambun,” narasi seseorang yang memposting vidio tersebut.

Dalam tayangan berdurasi 55 detik itu terlihat mobil polisi di depan sebuah toko kelontong dan mobil patroli Polsek Tambun mengatur lalu-lintas sementara sejumlah anggota polisi terlihat berjaga di jalan.

Keterangan yang diperoleh Pos Kota, pada Sabtu (11/05) sekitar pukul 19:00, Tim BNN menangkap dan penyitaan terhadap dua tersangka Zulham dan fajar dan barang bukti sebanyak 200 kg sabu.  Awalnya Tim BNN menerima info akan terjadi transaksi narkotika di wilayah Bekasi, dari penyelidikan dicurigai sebuah truk yang berasal dari Pekab Baru, Riau.

(Baca : Dua Pelaku Ditangkap Dalam Penggerebekan Gudang Sabu dan Ekstasi)

Deputi Pemberantasan BNN,  Irjen Pol Arman Depari mengatakan, kemudian anggota mengikuti truk tersebut dari gerbang tol Bintara sampai ke Tambun. Di Tambun yang lokasinya di Perumahan Graha Melasti, truk  membongkar muatan berupa kelapa dan disimpan disebuah rumah yg merupakan toko kelontong.

Usai truk dibongkar,  barulah anggota BNN menggerebek  dan melakukan penggeledahan. Saat itu ditemukan narkoba jenis sabu seberat  100 kg lebih disimpan didalam almari dalam 89 paket.

Dari hasil pengembangan dan keterangan tersangka Fajar disebutkan ada barang bukti lagi di Kranji dan anggota BNN pun mengamankan 97 paket dari sebuah rumah kontrakan di Kranji.

Selain sabu, BNN juga menemukan  25.000 pil ekstasi dan 4000 happy five.

Arman menyebutkan, diduga  narkoba masuk atau diselundupkan dari Malaysia melalui jalur laut ke Indonesia dan dibawa dari Pekan Baru menggunakan truk ke Jakarta dan Bekasi sebagai penyimpanan.  (saban/tri)

SUMBER