Stres Karena Suami 45 Hari Tidak Pulang, Wanita Muda Ini Nekat Gantung Diri

oleh -83 views

PASAMAN – Bulan Ramadhan baru berjalan 3 hari. Warga Kampung Silagun Jorong Tiga Muara Nagari Cubadak Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman gempar setelah ditemukannya mayat wanita muda yang ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya bernama Reza Andini (20) pada hari Rabu (08/05/2019) sekitar pukul 11.30 WIB. Wanita muda yang belum memiliki anak ini diduga stres karena suaminya sudah 45 hari tidak pulang dan tanpa kabar sama sekali.

Andini yang beberapa hari ini menjadi pendiam dan murung itu nekat gantung diri dalam kamar dengan cara mengikat 2 buah jilbab panjang warna hitam dan biru miliknya ke kayu loteng dan lehernya dengan bantuan kursi plastik warna merah yang sudah ditendang. Sebelum tewas korban sempat makan sahur bersama keluarga, ambil air wudhu untuk shalat lalu masuk kembali ke kamarnya. Korban setelah itu tidak keluar lagi sampai akhirnya ditemukan sudah tewas.

Gambar 1-2: TKP gandir dan korban semasa hidup

Korban murni gantung diri karena saat ditemukan lidahnya menjulur dan mengeluarkan kotoran BAB serta air kencing yang berceceran di celana dan di lantai kamar. Ibu dan kakak korban yang merasa iba menyaksikan Andini tewas dengan kondisi mengenaskan langsung menurunkan korban dari jeratan kain dan membersihkan kotoran korban di lantai dan di tubuhnya.

Korban diketahui kali pertama oleh Taufik (8) adik korban, sekira pukul 11.30 wib, kemudian memberitahu kepada kakaknya Nur Aini (23) yang sedang berada didalam kamar yang berdekatan dengan kamar korban dan ibunya. Polisi dan tim medis datang ke lokasi melakukan olah TKP, Dokter Puskesmas Cubadak, dr. Ahmad Dahlan Harahap yang memeriksa tubuh korban, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Tanda-tanda lain dipastikan korban meninggal karena murni bunuh diri. Polisi juga mengamankan alat yang digunakan untuk gantung diri yaitu jilbab, kursi dan pakaian korban. Korban juga kemungkinan sedang hamil muda.

Diduga kuat korban gantung diri disebabkan karena stres dan frustasi setelah ditinggal suaminya selama 45 hari tidak pulang ke rumah. Itu terlihat dari surat wasiat yang ditulis korban sebelum gantung diri yang “Ma, izinkan aku pergi, aku tidak rela jika harus berpisah lebih baik aku pergi dan tidak mungkin ditemui lagi kecuali ajal yang menjemput kalian baru kita bisa bertemu. Ampuni aku ma,”