Angka Pengguna LRT Palembang Hanya Capai 22 Persen

oleh -57 views

Jakarta, CNN Indonesia — Kereta cepat ringan atau light rail transit (LRT) yang ada di Palembang, Sumatra Selatan masih sepi penumpang. Dari kapasitas LRT Palembang yang bisa mengangkut 27 ribu penumpang per hari, saat ini rata-rata tingkat keterisian (okupansi) hanya 22 persen.

Kepala Balai Teknik Perekeretaapian Wilayah Sumbagsel, Sugianto mengatakan angka tersebut belum optimal. Namun jumlah tersebut lebih baik dari rata-rata tahun lalu yang hanya 18 persen. Sugianto menjelaskan belum beroperasinya seluruh armada LRT menjadi salah satu penyebab belum optimalnya okupansi.

Saat ini baru 5 dari 6 rangkaian kereta (trainset) yang dioperasikan karena belum seluruh konstruksi LRT rampung dibangun. Di sisi lain, waktu operasi LRT pun masih terbatas dari pukul 04.48-18.59.

“Waktu operasional bisa diperpanjang dari 04.00 sampai 22.20. Ini peningkatan okupansi berpengaruh besar,” ujar dia saat mendampingi Menteri Perhubungan meninjau LRT, Selasa (16/4).

Sementara itu Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi berdalih minimnya okupansi LRT pun disebabkan oleh belum terpadunya LRT dengan angkutan umum lainnya. Beberapa trayek angkutan umum masih beroperasi sejajar dengan rute LRT, alih-alih membantu konektivitas.

“Seharusnya trayek angkutan umum bersifat melengkapi LRT, sebagai moda utama transportasi di Palembang. Kita bakal koordinasi dengan Pemkot Palembang untuk menata kembali rute dan trayek angkutan umum lainnya,” ujar Budi.


Menhub Budi Karya Sumadi. (CNN Indonesia TV)

Selain membenahi rute, Budi mengatakan pihaknya juga akan mengurangi waktu tempuh dan jeda antara satu trainset dengan yang lainnya (headway).

“Sekarang waktu tempuh dari ujung ke ujung masih 1 jam lebih. Headwaynya 48 menit antara kereta. Nanti akan dikurangi headwaynya menjadi 28 menit, jadi dari ujung ke ujung cuma 1 jam,” ungkap dia.

Budi pun mengungkapkan saat ini LRT masih dalam tahap uji coba karena belum seluruh konstruksinya selesai. PT Waskita Karya belum menyerahkan aset karena konstruksinya belum selesai. Ditargetkan bulan depan penyerahan aset sudah dilakukan.

“Sekarang kita masih mencari metode terbaik agar operasional LRT semakin optimal. Bulan depan, saya harap aset LRT diserahkan sehingga operasional LRT lebih optimal,” ungkap dia.

Di lain pihak, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus mengatakan sejak operasional LRT pemerintah kota Palembang sudah melakukan penataan ulang rute angkutan umum. Dirinya mengakui memang masih ada beberapa rute yang sejajar dengan jalur LRT.

“Ada beberapa kendala, seperti faktor bisnis. Rute baru tidak menguntungkan secara bisnis. Ini yang masih terus dievaluasi,” ujar dia.

(idz/ain)

SUMBER