Punya Anak Rewel Bisa Buat Bayi Rentan Alami Depresi

oleh -77 views

Merdeka.com – Memiliki bayi yang rewel tak hanya bisa mempengaruhi kualitas tidur seorang ibu saja. Hal ini bahkan juga disebut dapat meningkatkan risiko depresi yang dimiliki oleh ibu tersebut.

Dilansir dari Health24, sebuah penelitian mengungkap bahwa perilaku rewel ini ketika dipadukan dengan kelahiran prematur dapat mempengaruhi mood seorang ibu baru.

“Kamu menemukan bahwa risiko depresi maternal dibedakan oleh usia kehamilan serta kerewelan bayinya,” jelas peneliti, Dr. Prachi Shah dari University of Michigan’s C.S. Mott Children’s Hospital di Ann Arbor.

Untuk penelitian ini, peneliti melihat kondisi dari 8.200 anak lebih di Amerika Serikat dan ibu mereka. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa ibu dari orang tua prematur dengan balita rewel (lahir pada minggu ke-24 hingga 31 kehamilan) memiliki kemungkinan dua kali lipat mengalami gejala depresi sedang dibanding orangtua anak prematur yang balitanya mudah ditenangkan.

Walau begitu, terdapat sebuah yang hal cukup mengejutkan mengenai waktu kelahiran dan tingkat kerewelan anak ini.

“Orangtua dari anak rewel yang lahir tepat waktu dan secara normal cenderung lebih mudah mengalami sejumlah kesulitan yang berhubungan dengan depresi maternal dibanding orangtua dari balita rewel yang lahir lebih prematur,” ujar Shah.

Di antara ibu yang bayinya lahir antara 32 hungga 36 minggu mengandung dan ibu yang anaknya lahir dalam waktu tepat, terdapat sebuah perbedaan. Mereka yang memiliki bayi rewel cenderung dua kali lipat lebih mudah mengalami gejala depresi dibanding dengan yang memiliki anak tak rewel.

“Hasil temuan ini mendukung bahwa semua ibu yang merawat bayi dengan temperamen lebih sulit mungkin membutuhkan bantuan lebih untuk mengatasi masalah emosional,” jelas Shah.

Masalah bayi rewel ini dianggap oleh Shah tidak boleh dianggap sebelah mata. Dia menyebut bahwa membutuhkan perhatian lebih mengenai hal ini.

“Dokter anak dan pihak yang bertanggungjawab harus memperhatikan lebih lanjut pada ibu yang kesulitan untuk menenangkan bayi mereka,” ujar Shah.

“Intervensi dini mungkin membantu mengurangi risiko depresi maternal yang mempengaruhi secara negatif hubungan anak dan orangtua yang dapat membahayakan kesehatan baik pada ibu dan anak,” tandasnya. [RWP]

SUMBER