Janganlah Buat Stigma KPK Tegakkan Hukum Atas Dasar Kebencian

oleh -22 views

JawaPos.com – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis segala tuduhan terdakwa Lucas, yang diungkap dalam nota pembelaan (pleidoi) pribadinya. Dalam repliknya (jawaban atas pleidoi), jaksa menegaskan jika tuduhan Lucas yang mengatakan KPK telah membencinya, sehingga mengorbankan kebenaran tidaklah benar.

“Tidak lah benar dalam penegakan hukum atas terdakwa ini adanya kebencian, karena apa yang didakwakan dan dituntut oleh penuntut umum adalah fakta-fakta yang sebenarnya sesuai dengan alat-alat bukti yang ada. Sehingga janganlah membuat stigma ‘KPK melakukan penegakan hukum kepada terdakwa karena dasar kebencian’,” kata JPU KPK Roy Riyadi, dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Kamis (14/3).

Terkait tudingan Lucas yang mengatakan tuntutan Jaksa KPK, suatu bentuk arogansi dan merendahkan diri terdakwa dan profesinya, Roy menegaskan jika hal itu adalah tidak benar. Ini karena menurutnya, terdakwa mengutip kalimat hanya sepotong-potong.

“Penuntut umum dalam pembuatan tuntutan pidana hanya berdasarkan dan berharapkan keadilan yang semata, keadilan bukan hanya buat terdakwa, tetapi keadilan buat masyarakat yang mengharapkan keadilan juga dalam penegakan hukum ini,” tegas Roy.

Mengenai tudingan Lucas yang mengatakan rekaman sadapannya dengan Eddy Sindoro, melanggar hukum, Roy menegaskan pembelaan Lucas tidak benar. Karena dari fakta yang terungkap, pengambilan bukti rekaman yang dijadikan bukti elektronik itu diambil dengan cara proses standar digital forensik, yaitu dengan cara hashing (proses forensik untuk memastikan keaslian bukti elektronik jika dipindahkan ke media penyimpanan) yang dilakukan oleh ahli IT KPK (tim digital forensik), di bawah tugas pimpinan.

“Bukti-bukti semacam ini sering digunakan KPK dalam perkara lain dan dijadikan pertimbangan pembuktian dalam suatu putusan perkara,” tegasnya.

Lebih lanjut, terkait tudingan Lucas yang mengatakan keterangan Dina Soraya berdiri sendiri dan tidak bisa dijadikan alat bukti sebagaimana dalam pledoi terdakwa halaman 25, Roy mengatakan jika hal itu pembelaan tidak benar. Ini karena menurutnya, keterangan Dina Soraya sudah persesuaian dengan alat bukti lain berupa keterangan saksi dan bukti elektronik yang JPU jelaskan dalam surat tuntutan.

“Mengenai Dina Soraya tidak dijadikan tersangka/terdakwa dalam pledoi halaman 27 terdakwa dan KPK sengaja menutupi/melindungi Dina Soraya adalah tidak benar. Karena JPU sudah menguraikan dalam analisa yuridis mengenai peran Dina Soraya sebagai pelaku turut serta sehingga tidak ada ditutupi dalam penanganan perkara ini,” urainya.

Dengan berbagai fakta-fakta yang terungkap dalam sidang, tim jaksa kata Roy, meminta agar majelis hakim memberikan putusan yang adil bagi semua pihak.

“Kejahatan pelaku tidaklah sejahat dari kejahatan terhadap suatu perbuatan rekayasa dalam proses mengadili pelaku tersebut. Rekayasa itu bisa dibuat oleh pelaku itu sendiri atau dibuat penegak hukum, atau pihak lain yang punya kepentingan. Akan tetapi dengan keyakinan majelis Hakim yang arif, tentunya bisa melihat itu semua untuk mencari kebenaran yang hakiki,” pungkas Roy.

 

 

 

  

 

 

 

Editor           : Kuswandi

Reporter      : Muhammad Ridwan

SUMBER