Diputus Pacarnya Lewat Telepon, Mira Nekat Gantung Diri di Kamarnya

oleh -77 views

JAMBI – Sungguh nekat apa yang dilakukan seorang gadis pendiam bernama Mira Susanti (19) warga Rt 5 Kelurahan Buluran, Kecamatan Telanaipura. Diduga setelah diputus pacarnya lewat panggilan telepon, Mira langsung berbuat nekat. Mira tega menghentikan jalan nafasnya sendiri dengan cara gantung diri di kamarnya pada hari Selasa (12/3/2019) sekitar pukul 10.00 wib.. Kasat Reskrim Kompol Yuyan Priatmaja membenarkan jika ada warga di kecamatan Telanaipura melakukan gantung diri di kamarnya. “Iya,ada seorang gadis muda yang gantung diri tadi sedang di urus oleh tim Polsek Telanaipura,” katanya.

Informasinya, korban gantung diri tersebut pertama kali diketahui oleh sang ibu. Saat itu sang ibu yang baru mendapat telepon dari pacar Mira yakni Putra Harahap. Putra Harahap saat itu meminta kepada ibu korban untuk melihat Mira yang di kamarnya. Pasalnya telepon dari sang kekasih tersebut tidak kunjung di angkat. Sebelumnya memang pacarnya berselisih dengan korban karena Putra memutuskan hubungan pacaran dengan korban lewat telepon.

Bukan kepalang sang ibu yang saat itu berusaha mengetuk pintu kamar berkali kali namun tidak ada jawaban tersebut. Akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu alhasil sang ibu sontak terkejut melihat sang anak telah tergantung di jendela kamar dengan leher terikat. Mira diduga melilitkan kain batik miliknya ke besi teralis jendela kamar setinggi 170 cm dan lehernya.

Gambar 1: Mira (19) saat ditemukan di TKP

Mayat Mira yang masih mengenakan daster lengan pendek bermotif batik tersebut ditemukan ibunya dalam kondisi wajah keunguan, lidah terjulur dan mengeluarkan liur, kaki jinjit dengan tubuh bersandar di teralis jendela dengan leher terjerat kain di kamarnya sendiri. Di dekat kaki korban terdapat 3 buah bantal yang diduga sebagai pijakan untuk melilitkan kain. Bahkan HP Android milik korban juga ditemukan terjatuh di sebelah mayat.

Melihat hal tersebut, ibu korban langsung meminta tolong kepada tetangga terdekat untuk membantunya menurunkan korban dari gantungannya. Atas kejadian tersebut, pihaknya langsung menghubungi pihak kepolisian untuk mengusut sebab kejadian tersebut. Kemudian pihak keluarga menghubungi Polsek Telanaipura untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Saat itu tim tiba dan kondisi korban telah tidak lagi dalam posisi tergantung. Korban saat itu dibaringkan di kasur dengan kondisi leher masih terikat kain.

Korban juga meninggalkan pesan di selembar kertas yang berisi Maafkan Bapa Ibu, aku harus pergi. Maaf jika perbuatanku membuat malu dan menjadi aib keluarga. Aku lebih baik mati daripada menahan perih hati ini. Saat dikubur nanti aku minta Bapa Ibu jangan menangis. Cukup doakan aku agar aku dapat beristirahat dengan tenang di akhirat Usai melakukan olah TKP Korban kemudian dilakukan proses pemakaman.