Ngambek Dilarang Beli Kuota, Siswi SMP Cantik Ini Gantung Diri Gunakan Jilbab

oleh -570 views

JEMBER– Tidak ada yang menyangka hidup gadis SMP cantik bernama Helen Feby Nadila (15) yang merupakan warga Dusun Banjarejo, Desa Gunung Sari, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember harus berakhir secara tragis. Hanya karena tidak diberi uang oleh ibunya untuk membeli kuota internet, Helen merajuk dan melakukan tindakan nekat yang dilarang oleh agama. Berbekal kain jilbab bermotif miliknya, Helen menggantung dirinya sendiri hingga tewas di kamar. Diduga Helen mengikatkan jilbab ke kayu di atas tempat tidur dan ke lehernya, lalu melompat dari tempat tidur hingga  lehernya tercekik dan tewas kehabisan oksigen.

Korban yang masih berstatus siswi kelas 3 SMP di Gumukmas itu ditemukan pertama kali oleh ayah tirinya Lukman saat akan pergi ke kamar kecil. Jum’at (8/3/2019) sekitar pukul 15.30 WIB, Lukman ayah tiri korban pulang dari bengkel dan bermaksud menuju kamar mandi untuk buang air kecil. “Sebelum masuk kamar kecil, ayah korban mendapati pintu kamar terbuka,” kata Kapolsek Umbulsari, AKP Sunarto saat dikonfirmasi wartawan.

Lanjut Sunarto, ayah korban pun bermaksud menutup pintu kamar tersebut. Namun saat melihat ke dalamnya, Lukman melihat anak tirinya Helen dalam keadaan gantung diri. Helen yang mengenakan piyama warna pink dan celana pendek tersebut sudah menggelayut dengan leher terjerat jilbab. Sementara lidahnya menjulur, matanya melotot, dan dari kelaminnya mengeluarkan air kencing

“Lukman pun berteriak-teriak memanggil istrinya Tri Ana Devi, yang saat itu berada di warung depan rumahnya,” kataya. Setelah mendengar panggilan itu, lanjutnya, ibu korban pun mendatangi suaminya dan mengaku shock saat melihat anak semata wayangnya sudah meninggal dalam keadaan menggantung.

Gambar 1-2: Korban semasa hidup dan TKP

“Keduanya dibantu tetangganya menurunkan mayat Helen, dan melepaskan jilbab yang diikat dan dikaitkan di kayu,” katanya. Selanjutnya korban bermaksud dipindah ke depan rumah untuk dibawa ke rumah sakit. Namun oleh pihak keluarga korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Bahkan untuk meyakinkan keadaan korban, pihak keluarga meminta tetangganya yang seorang petugas medis di RSD Balung, memastikan kondisi korban.

“Petugas medis atas nama Agus, tetangga korban, yang memastikan korban sudah meninggal dan murni gantung diri,”. Terdapat ciri-ciri orang gantung diri di tubuh Helen seperti bekas jeratan di leher, lidah tergigit dan kelamin mengeluarkan air kencing, tandasnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Helen sempat meminta uang ke ibunya untuk membeli paket data internet, tetapi ibu korban menolaknya karena belum lama ini korban juga baru membelinya. Sepertinya itu membuat korban marah dan merajuk hingga nekat mengakhiri hidupnya. Semasa hidupnya Helen dikenal sebagai anak yang ceria dan rajin menggunakan media sosial. Terlihat di akun facebooknya yang bernama “Mholen Ichang” dan “Ichang Cebol” kerap mengupload foto-foto selfie atau bersama pacarnya. Sehari yang lalu Helen juga sempat mengupload foto terakhirnya di akun instagramnya yang bernama @helenfeby. Pada foto itu Helen mengenakan pakaian yang sama dengan saat korban ditemukan tewas.

Di buku harian korban juga ditemukan wasiat terakhirnya yang tertulis “Bu, pak, dan sekeluarga, timbangane aku duso kakean salah kale sampean, aku mati ae dengan cara iki supoyo sampean iso tenang. Aku juga tenang di alamku sendiri. Aku doakan agar kalian semua hidup bahagia. Aku pamit ya dan doakan aku agar bisa masuk surga dan di terima di sisi Allah SWT. Selamat Tinggal.”

Polisi masih mendalami motif korban gantung diri. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti seperti jilbab/kerudung, HP, dan pakaian korban.