Dia Mendapat Tekanan yang Berat

oleh -51 views

Surabaya, CNN Indonesia — Adik Kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo membesuk terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’ Ahmad Dhani di Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.

Usai bertemu dengan Dhani, adik calon presiden nomor urut 02 itu semakin meyakini kader partai Gerindra tersebut tak bersalah.

“Menurut saya dan kawan-kawan Ahmad Dhani tidak bersalah, saya lebih yakin, bahwa dia tidak bersalah,” kata Hashim, Kamis (19/2) sore.

Dhani, kata Hashim, kini tengah menghadapi tekanan yang berat. Sebagaimana diketahui, Suami artis Mulan Jameela itu kini tengah terjerat dalam sejumlah kasus.

Hashim pun mengatakan kedatangannya merupakan bentuk dukungan moril terhadap Dhani. Ia juga meminta Dhani untuk bersabar dalam menjalani proses hukum.

“Kami ke sini untuk berikan dukungan moril, kami minta dia sabar dan kita semua kawan-kawan mendoakan dia, karena dia mendapatkan tekanan yang berat,” kata Hashim.

Kendati demikian, Hashim yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra mengatakan, saat bertemu dengan Musikus Dewa 19 tadi, Dhani tampak tegar dan bercanda dengan hangat.

“Kami banyak canda, banyak guyon, saya kira dia tetap kuat, semangatnya luar biasa kuat Mas Dhani ini tegar, luar biasa,” pungkasnya.


Ahmad Dhani saat menghadapi vonis kasus ujaran kebencian. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Selain Hashim, pada waktu yang hampir bersamaan ada pula Sugi Nur Raharja alias Gus Nur yang juga membesuk Dhani di Rutan Medaeng. Namun ia tak mau banyak berkomentar terkait penahanan Pelantun lagu Laskar Cinta tersebut.

“Iya saya datang besuk (Ahmad Dhani),” kata Gus Nur, yang saat ini juga tengah menghadapi perkara penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama dan Banser ini.

Dalam perkara ini Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE.

Kasus bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan ‘idiot’ saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam.

Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.

Kini Dhani juga tengah menjalani masa pemindahan penahanan sementara di Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.

Dhani akan mendekam di Rutan Medaeng tersebut hingga perkara pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’ tuntas dipersidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

(frd/gil)

SUMBER