Penyandang Disabilitas Perjuangkan Hak Jadi Caleg

oleh -53 views

PPDI mengkritisi parpol yang belum memberikan kuota untuk caleg difabel.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Vincent Mariano, mengatakan, penyandang disabilitas memiliki hak untuk dipilih sebagai calon anggota legislatif (caleg). Dirinya mengakritisi sikap partai politik (parpol) yang belum memberikan kuota khusus untuk caleg penyandang disabilitas.

“Saat ini yang menjadi sorotan kami adalah hak untuk kami memilih, tetapi hak untuk kami dipilih belum. Parpol-parpol juga belum memberikan kuota untuk penyandang disabilitas,” ujar Vincent, saat ‘Sosialisasi dan Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2019’ di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

Padahal, kata dia, hak politik untuk penyandang disabilitas sama dengan masyarakat pada umumnya. Hak memilih dan dipilih dalam pemilu serta hak menjadi penyelenggara pemilu telah diatur dalam UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 dan UU Penyandang Disabilitas Nomor 8 Tahun 2018.

Vincent mengungkapkan, jika parpol masih enggan mencalonkan penyandang disabilitas sebagai caleg. Sementara itu, untuk masuk ke parpol pun, mereka mengalami kesulitan.

Karena itu, dalam waktu dekat, mereka berencana melakukan audiensi dengan KPU. Tujuannya untuk meminta KPU membuat kebijakan khusus sehingga parpol mau memberikan kuota khusus bagi penyandang disabilitas untuk jadi caleg DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan anggota DPD.

“Jangan hanya memiliki hak pilih saja, tapi hak dipilih juga karena insan manusia punya hak yang sama,” tegas Vincent.

Selain audiensi dengan KPU, penyandang disabilitas juga berencana  beraudiensi dengan DPR RI. Tujuannya, agar DPR RI mau mengakomodasi kuota caleg dari penyandang disabilitas dalam aturan khusus sebagaimana kuota 30 persen untuk caleg perempuan.

Namun, besaran kuota untuk mereka tidak harus 30 persen. “Tidak harus 30 persen seperti keterwakilan perempuan, 2 persen saja sudah cukup,” tambah Vincent.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca), jumlah pemilih penyandang disabilitas dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT) Pemilu 2019 sebanyak 1.247.730 orang. Jumlah itu terdiri dari tunadaksa 83.182 orang, tunanetra 166.364 orang, tunarungu 249.546 orang, tunagrahita 332.728 orang dan disabilitas |ainnya 415.910 orang.

SUMBER