Jokowi Minta Pemda Bangun Jalan ke Kawasan Potensial

oleh -35 views

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para kepala daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota agar meneruskan pembangunan infrastruktur dasar yang telah dibangun pemerintah pusat ke kawasan potensial di masing-masing daerah.

Ia menyontohkan, bila daerah tersebut memiliki kawasan wisata, maka para kepala daerah perlu membuat akses jalan yang bisa menghubungkan kawasan tersebut dengan infrastruktur dasar, misalnya dari jalan tol Trans Jawa.

“Tolong tol ini disambungkan dengan kawasan-kawasan wisata yang ada di daerah,” ucap Jokowi di sela perhelatan hari ulang tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (11/2) malam.


Namun, sambungnya, bila pemerintah daerah tidak bisa memenuhi keinginan pemerintah pusat, maka ia meminta daerah tak sungkan untuk segera mungkin mengadu ke pusat. Tujuannya, agar pemerintah pusat juga bisa menyumbang gagasan terkait proyek tersebut.

Misalnya, dengan turut memikirkan kelayakan proyek hingga skema pembiayaan yang mungkin diterapkan. “Tapi kalau tidak sanggup, tolong sampaikan ke Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono) agar dibangun pemerintah pusat. Ya tapi jangan semuanya dibangun pemerintah pusat juga,” katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan daerah perlu turut berperan aktif dalam membangun akses jalan ke masing-masing kawasan wisata yang dimiliki agar pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat bisa benar-benar terasa dampaknya ke pertumbuhan ekonomi daerah.


Sebab, ketika kawasan wisata di suatu daerah memiliki akses jalan yang baik, maka kawasan itu diyakini akan berkembang pesat dan memunculkan potensi ekonomi. Misalnya, dengan lahirnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut.

“Kenapa kami bangun infrastruktur besar-besaran? Ya jalan tol lah, bandara, pembangkit listrik, dan lainnya? Ya agar ada manfaatnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya, bila kawasan wisata di daerah bertumbuh maka dampaknya bisa terasa hingga ke tingkat nasional. Misalnya, ketika suatu kawasan wisata terhubung jalan yang mulus, maka para wisatawan baik domestik maupun mancanegara bakal menyerbu kawasan tersebut.

Apalagi, Jokowi mengklaim, Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang wajib dikunjungi pada tahun lalu. Bahkan, Indonesia menempati posisi enam besar sebagai negara terindah di dunia.

“Nanti devisa dari sektor ini semakin meningkat, bahkan 2018 kemarin, devisa pariwisata seingat saya sudah mencapai US$17 miliar, itu sudah kalahkan (sumbangan devisa dari ekspor) CPO yang dulu paling tinggi,” pungkasnya. (uli/eks)

SUMBER