Hampir Seratus Warga India Meninggal Usai Minum Miras Oplosan

oleh -31 views

Jakarta, CNN Indonesia — Sebanyak 99 orang tewas dan sejumlah orang dirawat di rumah sakit di India setelah keracunan karena menenggak minuman keras oplosan. Diduga miras itu dicampur dengan metanol.

Kabar sejumlah orang yang meninggal setelah mengkonsumsi miras oplosan itu terjadi di negara bagian Uttar Pradesh dan Uttarakhand dalam tiga hari belakangan.

“Lima puluh sembilan orang di sebuah distrik wilayah Uttar Pradesh tewas setelah mengonsumsi miras oplosan,” kata juru bicara kepolisian Shailendra Kumar Sharma kepada AFP, Senin (11/2).

Di distrik lainnya, seorang perwira polisi senior mengatakan sembilan orang tewas akibat mengkonsumsi miras oplosan. Sedangkan 66 orang yang diduga sebagai pembuat minuman keras ditangkap. Contoh minuman keras itu dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut.

Polisi menambahkan, 31 orang tewas di negara bagian Uttarakhand karena meminum miras oplosan. Mereka menahan dua orang karena mengedarkan minuman keras itu.

Kepolisian kini tengah memburu pembuat dan penjual minuman keras oplosan itu.

Minuman keras murah buatan lokal kerap dijumpai di beberapa daerah pedesaan India. Pembuatnya memang sering menambahkan metanol yang sangat beracun dalam takaran yang tidak diukur terlebih dulu atau bahkan melebihi batas. Zat itu kadang digunakan sebagai anti beku dalam produk minuman penambah stamina.

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, metanol dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan hati dan bahkan kematian.

Setelah marak warga meninggal akibat menenggak miras oplosan, polisi menangkap sekitar 3.000 orang yang menjual miras oplosan di Uttar Pradesh.

Ratusan orang miskin meninggal di India setiap tahunnya akibat keracunan minuman keras. Sebagian besar akibat mengonsumsi miras oplosan.

Pada 2015, lebih dari 100 orang meninggal di perkampungan kumuh Mumbai setelah meminum minuman keras oplosan.

Menurut Asosiasi Miras dan Anggur Internasional India, dari sekitar 5 miliar liter alkohol yang diminum di India setiap tahun, sekitar 40 persen diproduksi secara ilegal. (syf/ayp)

SUMBER