Cegah Tukar Guling Kepentingan Politik, DPR Diminta Voting Terbuka

oleh -31 views

JawaPos.com – Komisi 3 DPR menunda proses pemilihan hakim Mahkamah Konstitusi hingga (12/3) mendatang. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Trimedya Pandjaitan mengatakan, penundaan ini berdasarkan keputusan bersama seluruh fraksi di DPR.

Menanggapi penundaan ini, Deputi Direktur Indonesia Legal Rountable Erwin Natosmal Oemar mengatakan, DPR harus mempercepat proses pemilihan. Ini dilakukan agar tak ada lobi-lobi politik yang dilakukan oleh oknum DPR untuk memilih sesuai seleranya.

“Makin cepat DPR memilih hakim MK, makin kecil potensi tukar guling kepentingan para politisi Senayan dalam memilih hakim Konstitusi,” kata Erwin, kepada JawaPos.com, Selasa (12/2).

Erwin menambahkan, untuk meminimalisir potensi pemilihan hanya berdasarkan kepentingan jangka pendek para politisi, maka ada dua hal yang harus dilakukan Komisi 3. Pertama menurutnya, hasil rekomendasi panel ahli harus dijadikan rujukan atau mengikat anggota komisi 3. Kedua, jika nama calon hakim yang layak setelah disortir oleh panel ahli lebih dari 2 calon, dan ada pemilihan, maka voting menurutnya harus dilakukan secara terbuka.

“Voting terbuka itu bertujuan sebagai transparansi para wakil rakyat agar mereka memilih orang yang tepat, sekaligus sebagai penanda kejelasan komitmen mereka terhadap perbaikan perlindungan hak asasi warga negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erwin menambahkan, kepada panel ahli, koalisi menyarankan agar menyorongkan dua nama saja kepada DPR. “Koalisi yakin bahwa panel ahli akan menyorongkan dua nama calon yang layak berdasarkan kepada performance mereka dlm proses seleksi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Komisi III DPR RI tengah melakukan seleksi terhadap 11 calon hakim MK periode 2019-2024. Mereka yang diseleksi yaitu Hesti Armiwulan Sochmawardiah, Aidul Fitriciads Azhari, Bahrul Ilmi Yakup, M Galang Asmara, Wahiduddin Adams, Refly Harun, Aswanto, Ichsan Anwary, Askari Razak, Umbu Rauta, dan Sugianto.

Dalam seleksi ini, DPR juga turut melibatkan empat orang ahli untuk memberikan penilaian. Mereka yaitu, Harjono, Maria Farida Indrati, Eddy OS, Hiariej, dan Maruarar Siahaan.

Editor           : Kuswandi

SUMBER