Kasus Pemukulan Pegawai KPK, Polisi Belum Bisa Tentukan Saksi Diperiksa di Mana

oleh -15 views

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengaku belum dapat memastikan apakah pemeriksaan terhadap saksi dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan dilakukan di Jayapura, Papua atau tidak.

Sebelumnya, Senin (11/2/2019) Sekretaris Pribadi Gubernur Papua, Elpius Hugy, dijadwalkan hadir di Ditreskrimum Polda Metro Jaya guna diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun karena berhalangan hadir, pemanggilan segera dijadwalkam kembali.

Bahkan Kuasa Hukum Pemprov Papua Stefanus Roy Rening mengusulkan kepada Polda Metro Jaya agar meriksa saksi di Jayapura. Hal ini mengingat banyaknya jumlah saksi dari Pemprov Papua yang berkemungkinan diperiksa.

Namun Argo menegaskan kalau teknis pemeriksaan bergantung dari tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Nanti masalah teknis pemeriksaan nanti penyidik yang lebih memahami, lebih mengetahui. ,” terang Argo Senin (11/2/2019).

“Semuanya tergantung ke penyidik. Penyidik lebih paham, lebih mengetahui seperti apa teknisnya. Semua kita kembalikan ke penyidik,” serunya.

Diketahui, 0 saksi telah diperiksa oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan titik terang dari kasus dugaan penganiayaan terhadap pegawai KPK. Polisi pun sudah menetapkan kalau kasus ini naik ke tahap penyidikan.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap pengawai KPK ini berawal ketika dua pegawai KPK tengah bertugas mencari di Hotel Borubudur, Jakarta Pusat. Pada saat yang sama, Pemprov Papua tengah melakukan rapat di hotel tersbeut.

Salah satu pegawai KPK memotret sejumlah pejabat dalam kegiatan tersebut. Kemudian, sekitar 10 orang mendatangi keduanya. Tak lama, saksi, korban dan terlapor terlibat adu mulut hingga akhirnya korban mendapati pukulan dari terlapor.

“Tiba-tiba terlapor memukul dengan tangan kosong, terlapor masih lidik,” terang Argo.

Akibatnya, korban mengalami retak di bagian hidung, luka memar serta robek di wajah. Pada Minggu (3/2/2019) lalu, pihak KPK telah membuat laporan tentang dugaan penganiayaan tersebut ke Polda Metro Jaya.

Namun Argo menjelaskan kalau tim penyidikan menemukan fakta bahwa pemukulan atau penganiayaan dilakukan sebelum terlapor mengetahui identitas dari pelapor atau pihak KPK.

“Polisi sudah menemukan kalau bahwa kejadian pemukulan tersebut adalah sebelum diketahui dia pegawai KPK,” pungkas Argo. (cw2/b)

SUMBER