Cara Unik TKN Jokowi-Ma’ruf Mengadang Politik Hitam

oleh -85 views

Merdeka.com – Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, hari ini, menggelar karya seni lintas generasi di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, mengatakan, ini bukan hanya hadir sebagai metode kampanye baru Paslon 01.

“Namun, juga menjadi ekspresi gerakan para seniman dan budayawan nusantara mendukung kepemimpinan Jokowi-KH Maruf Amin. Para seniman dan budayawan menampilkan karyanya, yang diikuti oleh gerakan para pemilik galeri dan kolektor untuk memamerkan koleksi dan karyanya, dan kemudian disumbangkan bagi kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” ucap Hasto di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Dia menegaskan, gerakan ini juga sebagai bentuk untuk menghadang politik hitam.

“Gerak kebudayaan ini hadir sebagai antitesa politik hitam, sebab Jokowi lebih ke depankan mata hati, bela rasa dan daya cipta budaya. Sebab politik hati bersih melahirkan pikiran dan tindakan bersih. Dengan demikian, dukungan para seniman dan budayawan ini memerkuat hijrah dari politik penuh intrik dan fitnah yang terus ditujukan ke Jokowi-KH Ma’ruf Amin sebagai korban fitnah, menjadi politik berkebudayaan yang mengedepankan daya cipta, kreativitas atas dasar mata hati yang bening, dan sekaligus membedakan dengan Tim Kampanye Prabowo-Sandi yang kering dalam kebudayaan dan ekspresi seni,” jelas Hasto.

Adapun budayawan yang hadir diantaranya, Goenawan Mohamad, Kartika Affandi, Joko Gundul, I Ketut Jaya, Nyoman Nuarta, Soeharto PR, Wage S, Vony Dewi, Sentot Widodo, Aan Gunawan, Agus Riyadi, Anton Abganial, Anton Subiyabto, Arkiv Vilmansyah, Bony Setiawan, Catur Bina Prasetyo, Darmana HS, Deddy Sufriadi, Erica Hestu W., Gusmen Heriadi, Hanafi Heri Kris, Hojatul, Huda Fauzan, I Ketut Jaya, I Nyoman Sujana Kenyem, Made Duatmika, Made Somadita, Made Kaek, Made Wiradana, Nasirun, Paul Hendro, Putu Sutawijaya, RM Mulyadi, Satya Budhi, Tisna Sanjaya, Tjokorda, Tommy M., Wisnu Auri, dan lain lain.

Sementara itu, Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, sangat mengapreasiasi karya para seniman ini serta menyambut dukungan dan kontribusi dari mereka.

“Yang terlukis hari ini adalah bentuk kesadaran yang tergores sebagai bentuk pernyataan dan harapan. Tak hanya itu, lukisan ini sebagai catatan perjalanan dan perjuangan bangsa ini terbingkai rapi. Di mana awal akan bertemu akhir yang menjadi simbol perjuangan yang tak akan pernah berhenti,” kata Erick.

Selain itu, lanjut dia, para pelukis dalam pameran ini memaknai arti peradaban dan pembangunan bangsa dengan sebuah karya seni.

“Lukisan ini bukan hanya menjadi media dokumentasi tapi telah menjadi alat perjuangan dengan cara tersendiri. Mereka memiliki kontribusi nyata dalam membangun dan memajukan bangsa ini,” jelas Erick.

Masih kata dia, lukisan yang dipamerkan disini nantinya akan dilelang. Sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi baik bagi seniman pendukung, maupun dukungan dana untuk kampanye #01.

“Kami juga akan membuat lelang secara live painting, hasil dari kolaborasi para pelukis dan seseorang yang memiliki visi Indonesia Maju selama acara berlangsung,” pungkasnya. [ded]

SUMBER