Mahmoud Abbas Lanjutkan Kerja Sama Antiteror Dengan Israel

oleh -35 views

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, berjanji akan melanjutkan kerja sama di bidang keamanan dengan Israel. Keputusan itu diambil selepas Amerika Serikat menarik seluruh bantuan sejak pekan lalu.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (6/2), Abbas menyatakan Palestina mempunyai perjanjian kontra terorisme dengan seratus negara, termasuk Israel. Menurut dia apapun yang terjadi kesepakatan itu harus dihormati.

“Kami punya perjanjian untuk memerangi terorisme dengan Israel dan tidak akan melanggarnya. Sebab jika terjadi maka tidak ada lagi yang tersisa,” kata Abbas di depan pertemuan pegiat Palestina dan Israel.

Abbas berharap suksesi kepemimpinan di Israel dimenangkan oleh kelompok yang mendukung perdamaian.

AS memutuskan mengakhiri seluruh bantuan terhadap Palestina pada 31 Januari lalu, sesuai dengan tenggat yang telah ditetapkan. Menurut Undang-Undang Klarifikasi Anti-Terorisme, (ATCA) pemerintah AS bisa menuntut para penerima bantuan di pengadilan Negeri Paman Sam jika diduga terlibat perkara terorisme.

Otoritas Palestina memilih menolak seluruh bantuan AS gara-gara beleid itu, ketimbang dipermasalahkan di kemudian hari. Mereka juga kehilangan sokongan anggaran sebesar US$60 juta untuk membantu kegiatan kepolisian setempat untuk mengamankan wilayah.

AS memutuskan mengakhiri seluruh bantuan terhadap Palestina pada 31 Januari lalu, sesuai dengan tenggat yang telah ditetapkan. Menurut Undang-Undang Klarifikasi Anti-Terorisme, (ATCA) pemerintah AS bisa menuntut para penerima bantuan di pengadilan Negeri Paman Sam jika diduga terlibat perkara terorisme.

Otoritas Palestina memilih menolak seluruh bantuan AS gara-gara beleid itu, ketimbang dipermasalahkan di kemudian hari. Mereka juga kehilangan sokongan anggaran sebesar US$60 juta untuk membantu kegiatan kepolisian setempat untuk mengamankan wilayah.

Pejabat senior Palestina, Saeb Erekat, beberapa waktu lalu menyatakan memang memilih menampik seluruh bantuan AS. Dia mengaku khawatir Palestina dapat menjadi target tuntutan berlandaskan ATCA.

AS menuding Palestina mendukung tindak kekerasan dengan memberikan bantuan bagi keluarga atau tahanan yang tewas saat melancarkan serangan ke Israel.

Palestina berdalih bahwa mereka memberikan dana itu untuk membantu warganya yang kehilangan kemampuan mencari penghasilan, bukan berarti mendukung kekerasan. Warga Palestina sendiri menganggap orang-orang yang tewas saat melakukan perlawanan terhadap Israel sebagai pahlawan. (ayp)

SUMBER