Dilarang Suami Main FB, Wanita Hamil ini Gantung Diri. Wasiatnya di WhatsApp

oleh -11.261 views

TKP dan korban semasa hidup

PENAJAM – Warga Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mendadak heboh. Seorang wanita muda berhijab, Arniati (22) tega mengakhiri hidupnya sendiri dengan gantung diri. Tragisnya korban dalam kondisi hamil muda.

Arniati adalah seorang ibu rumah tangga. Suaminya adalah Sujaedi, seorang pegawai negeri sipil di Kelurahan Nipah-Nipah, Penajam Paser Utara. Dia adalah anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan Rahman dan Mardaniati.

Peristiwa penemuan Arniati yang tewas gantung diri itu terjadi pada Kamis (7/2/2019) sekitar pukul 16.25 Wita. Peristiwa ini langsung membuat heboh masyarakat sekitar. Arniati sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan tali ayunan, sempat menulis status di WhatsApp (WA) yang isinya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarganya, menitip anaknya dan minta didoakan agar bisa tenang di akhirat.

Arniati (22) semasa hidup dan berswafoto

Ia mengatakan, sebelum kejadian korban dan suaminya Sujaedi (bukan Junaidi) sempat bertengkar, Rabu (6/2/2019). Setelah itu, ia dan korban tidak bertegur sapa lagi. Pertengkaran ini terjadi karena korban dilarang sering main facebook sampai berjam-jam hingga lupa waktu. Ia mengatakan sekitar pukul 12.30 Wita sempat datang ke rumah dan menemukan korban dalam kamar sedang main handphone.

Ia mengaku membaca status di WA istrinya dan curiga akan mengakhiri hidupnya. “Saya ketok pintu kamar dan dibuka. Saya bilang mau ambil berkas. Saat saya keluar, pintu kembali dikunci dan saya bilang tidak usah dikunci karena nanti pulang, ” ujarnya.

Setelah itu, ia kembali ke kantor Kelurahan Nipah-nipah dan pulang sekitar pukul 15.30 Wita. “Saya pulang kembali gedor pintu kamar dan tak dibuka. Saya intip lewat jendela ternyata tertutup horden. Jadi saya buka paksa dan setelah itu istri saya sudah tergantung, ” ujarnya sembari menangis

Sementara untuk gantung diri, korban menggunakan tali yang selama ini dijadikan ayunan. Untuk pijakannya menggunakan ember cat yang dilapisi seprai. Ibu korban, Uni saat mendatangi lokasi kejadian langsung menangis histeris. Ia sempat memeluk suami korban. Korban diduga murni gantung diri karena saat ditemukan lidahnya menjulur dan tergigit, serta ditemukan air mani dan tinja/BAB di celana dalamnya.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara yang ikut dalam penanganan kasus ini menyebutkan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan bunuh diri ini. Setelah dilakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara oleh Polres PPU, jenazah Arniati langsung dibawa ke Rumah Sakit Nipah-Nipah untuk dilakukan visum.