Mantan Tentara Amerika jadikan Kamar Apartemen Ladang Ganja

oleh -34 views

JAKARTA – Mantan tentara Amerika Serikat diamankan petugas Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkotika Bareskrim Polri, Rabu (6/2/2019) di Apartemen Batavia, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, karena menjadikan kamarnya sebagai ladang ganja.

Dari kamar Lucas Alan Chirstian, 35, petugas mendapatkan enam wadah yang berisi tanaman ganja yang dalam waktu dekat akan di panen.

Direktur Dirtipid Narkotika Mabes Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi adanya budidaya tanaman ganja dikamar apartemen. “Dari laporan itu tim dari unit Satgas 1 bergerak dengan awalnya melakukan pengintaian,” katanya, Rabu (6/2/2019).

Merasa sudah cukup bukti, Rabu (6/2/2019) dinihari, tim langsung menggrebek kamar apartemen tersebut. Hasilnya, ditemukan tanaman narkotika yang sebagai mana melanggar pasal 111 UU RI No.35 tentang narkotika. “Di TKP ini kami mendapatkan satu orang tersangka berinisial LAC warga negara Amerika yang juga mantan tentara,” ujarnya.

(Baca: Pria Amerika Ini Tanam Mariyuana di Apartemen)

Dikatakan Brigjen Eko, dari penangkapan tersebut ditemukan sejumlah barang bukti berupa enam tanaman ganja ukuran kecil. Selain itu, daun ganja seberat 30 gram, dan bunga ganja seberat 20 gram. “Ini adalah ganja berkualitas super dari Belanda yang memang rencananya akan dijual di Indonesia,” terangnya.

Tak hanya itu, sambung Eko, beberapa peralatanan perkebun juga ditemukan. Tersangka juga mengaku untuk membudidayakan ganja, bibitnya didapat dari Amerika. “Bibitnya dibawa sendiri dari negara asalnya, kemudian pelaku menanamnya secara profesional di dalam kamar apartemen sehingga kegiatan tersebut tidak diketahui,” sambungnya.

Modus seperti ini, lanjut Eko, baru pertama kali terjadi di Indonesia, dimana kultifasi ganja ini dilakukan di ruang apartemen. Dan untuk bercocok tanam itu sendiri, LAC mengaku mempelajarinya dari YouTube.

“Yang jadi perbedaan, jika jaringan Aceh yang dijual itu batang dan daunnya, tapi ini justru juga menjual bunga ganjanya yang dipisah dengan daun dan batang ganja, ini sesuatu yang jamak dilakukan,” katanya.

Untuk menjalankan aksinya, sambung Eko, LAC yang sudah lima tahun menetap di Jakarta kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Hal itu diyakini untuk memudahkannya menjalankan bisnis haram tersebut. “Saat ini kami sedang dalam pengembangan Jaringan yang melibatkan sindikat Internasional Belanda – Indonesia, mudah-mudahan semuanya bisa terungkap,” pungkasnya. (Ifand/b)

SUMBER