Stres Sering Diporotin dan Diancam Putus, Mahasiswi Cantik Nekat Gantung Diri

oleh -13.602 views

Cinta mati dan apapun rela diberikan untuk sang kekasih, mungkin itulah yang yang ada di pikiran Desiana Dewi Ranonto (20), mahasiswi cantik jurusan Administrasi Bisnis, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) di Jl Semolowaru, yang tega menjemput ajalnya sendiri dengan cara gantung diri di kamar kosnya Jl Nginden Baru V.

Mahasiswi asal Sulewana, Kecamatan Pamona, Poso, Sulawesi Tengah itu diduga nekat gantung diri dengan tali di teralis besi kamar kosnya karena stress dengan ulah pacarnya yang sering minta uang dan mengancam putus bila tak dikasih.

Menurut keterangan penjaga kost, semalam mengetahui korban selesai VC ( video call) yang isinya marahan sama pacar sembari sang pacar meminta uang ke korban dan dijawab tidak mempunyai uang tiba-tiba itu sang pacar langsung memutuskan sang korban akhirnya korban shock dan menangis. Diduga seketika itu korban  mengambil sebagai tali karmentel warna hitam korban langsung mengikat tali tersebut ke besi teralis jendela dan ke lehernya. Disampingnya terdapat kursi kecil yang sudah ditendang.

Penjaga kos Ima Himatul Aliyah (24) mengatakan, Desiana sebenarnya baru kos sehari di tempat itu. Kecurigaan muncul setelah korban tak keluar sama sekali sejak masuk kamar. Bersama penghuni kos lain, dia berinisiatif mengintip dari lubang angin kamar.

Ket Gambar 1,2,3: Korban semasa hidup dan di TKP

Alangkah terkejutnya mereka ketika dari lubang kecil itu terlihat Desiana sudah meninggal dalam keadaan menggantung. Tubuh mahasiswi yang mengenakan kaos lengan panjang dan celana pendek tersebut tergantung tali yang diikatkan pada teralis besi jendela. “Kami curiga ada yang menggantung dari celah pintu. Lalu kami coba melihat. laahh ternyata dia sudah meninggal gantung diri, lidahnya tergigit, dari mulutnya mengeluarkan liur yang menetes ke bajunya, dan ada air kencing dan kotoran korban yang berceceran di lantai” terangnya, Selasa (21/1/2019) dini hari.

Teman satu kos korba, Betsy Tiurma Pasaribu, menuturkan semasa hidup Desiana sering bertengkar dengan pacarnya di Sulawesi. Menurutnya, korban sering sedih karena kerap dimintai uang pacarnya. Jika tidak dikasih diancam akan diputus.

“Sering banget bertengkar sampai menangis. Pacarnya itu kan sering dibelikan barang sama dia. Dan kalau bertengkar ia selalu meminta barang. Tapi dalam bentuk uang. Saya memang sering melihat dia menangis,” tutur Betsy.

Menurut Vika temannya juga, almarhumah Desiana keseharian termasuk dalam kategori rajin secara akademis dan aktif dalam berorganisasi di unit kegiatan kerohanian.

“Dari data akademik, almarhumah semester 1 Administrasi Bisnis. Ia rajin, dia juga aktif di Unit Kegiatan Kerohanian Kristen. Namun kata teman-temanya dia relatif pendiam,” tandas Vika.

Kapolsek Sukolilo Kompol Ibrahim Gani saat dikonfirmasi membenarkan korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jl Nginden Baru V/10. “Korban sudah kami evakuasi dengan ambulans ke RSUD dr Soetomo. Keluarganya sudah kami hubungi untuk mengurus jenazah,” tandasnya.