Putus Dengan Pacar, Siswi MAN Nekat Gantung Diri di Kamar Mandi

oleh -657 views

LEBONG – Entah apa yang merasuki pikiran seorang gadis ABG sekaligus siswi bernama Novia Safitri (15) warga Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Hanya karena putus dengan pacarnya yang masih satu sekolah dengannya, Fitri lebih memilih mati dengan cara gantung diri di kamar mandi.

Siswi kelas X asal Madrasah Aliah Negeri (MAN) Talang Leak ini ditemukan gantung diri dengan menggunakan tali pramuka yang diikat di atas kayu kamar mandi, Senin (14/1) pagi. Agar aksinya tidak ketahuan, diduga Fitri sengaja membawa tali pramuka dari lemarinya lalu menyembunyikannya di balik handuk. Setelah sampai kamar mandi Fitri mengikatkan batang lehernya dengan tali. Sambil memanjat dengan ember, korban mengikatkan ujung tali lainnya ke kayu dan langsung menendang ember pijakannya sehingga korban langsung tewas terjerat.

Korban saat ini dikabarkan tinggal dengan sang nenek Ali Lintar (43) yang bekerja sebagai petani. Sebab, kedua orang tuanya dikabarkan sudah bercerai dan masing – masing sudah memiliki pasangan baru. Oleh sang bibi, Sartika (24) yang juga sebagai saksi, mengatakan, jika anak dari darah saudaranya itu dibangunkan untuk shalat subuh dan pergi ke sekolah. Setelah shalat, korban langsung masuk ke kamar mandi sekitar pukul 06.10 WIB.

Namun hingga 40 menit kemudian, korban masih belum kunjung keluar dari kamar mandi. Saat dipanggil-panggil dari luar kamar mandi, korban malah diam dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam. Merasa curiga, saksi akhirnya memanggil pamannya Sando (20) sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi. Namun tetap saja korban tidak menyahut. Semakin curiga, paman langsung mendobrak pintu kamar mandi dari atas. Usai pintu berhasil terbuka, keduanya melihat keponakan perempuannya dalam keadaan menggelayut dengan leher terikat tali. Lidah korban sudah menjulur dan berbuih, tetapi kaki korban masih sedikit bergerak.

Korban semasa hidup

Mendapati kondisi itu, keduanya langsung meminta pertolongan warga setempat untuk melarikan korban ke RSUD Lebong. Hanya saja, saat tiba di rumah sakit nyawa korban tak terselamatkan. Keterangan tambahan dari kepolisian motif bunuh diri tersebut diduga akibat hubungan asmara. “Dugaan sementara ada permasalahan dengan sang pacar, Itu diketahui dari percakapan mereka di ponsel korban yang dibaca polisi. “Kebetulan hape korban kita buka isi percakapannya via WA,” sampainya.” ujar Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra melalui Kapolsek Lebong Selatan, Iptu Lunardi Naibaho.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) beserta mengamankan seluruh barang bukti (BB). “Hasil koordinasi terakhir dengan pihak rumah sakit, tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban dan diduga kuat gantung diri dengan tanda lidah terjulur dan terdapat air kencing dan tinja di celana korban.”