Pulang Kampung dari Transmigrasi, Sugeng Gantung Diri Depan Rumah

oleh -544 views

Merdeka.com – Sugeng (75) sudah bertahun-tahun bertransmigrasi ke Lampung. Baru Desember lalu, pulang berkumpul anak-anaknya di Kabupaten Malang.

Namun Senin (7/1), Sugeng ditemukan tergantung di depan rumah anaknya, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Dia gantung diri dengan menggunakan sebuah jerit.

“Cucu korban sewaktu bangun tidur membuka pintu depan rumah yang tidak terkunci. Saksi melihat korban dalam posisi jongkok menggantung menggunakan jarit cokelat,” kata AKP Ainun Djariyah, Kasubag Polres Malang, Senin (7/1).

Cucunya pun langsung berteriak memanggil ibunya sebelum kemudian warga sekitar berdatangan. Selanjutnya, RT setempat melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa dan Polsek Bululawang.

Sugeng telah bertransmigrasi ke Lampung sejak puluhan tahun lalu. Desember lalu, korban pulang ke Malang dalam keadaan sakit dengan bengkak di pipi dan hidung sering keluar darah.

“Hasil pemeriksaan dokter, korban punya penyakit darah tinggi,” tegasnya.

Selama tinggal beberapa hari di rumah anaknya, Sugeng sempat pergi tanpa pamit beberapa kali. Namun berhasil ditemukan oleh keluarganya, dan diajak pulang kembali. Sugeng merasa penyakitnya tidak kunjung disembuhkan.

Hasil pemeriksaan Unit Identifikasi Polres Malang, Unit Reskrim Polsek Bululawang dan Dokter Puskesmas Bululawang ditemukan tanda-tanda bunuh diri. Kemaluan Sugeng keluar air mani dan dari dubur keluar kotoran. Petugas juga menemukan luka bekas kekerasan di tubuhnya.

Keluarga menolak dilakukan visum autopsi dan menyadari meninggal dunia karena gantung diri akibat frustasi penyakitnya tidak kunjung sembuh. Keluarga juga membuat surat pernyataan tidak akan menuntut siapapun di kemudian hari. [gil]

SUMBER