Berantas Mafia di Olahraga, Kemenpora Kerja Sama dengan Polri

oleh -355 views

Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal menjalin kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bidang olahraga melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang akan diteken pada 29 Januari mendatang.

Langkah itu merupakan salah satu peran kooperatif pemerintah untuk mendukung Polri dalam kasus pengaturan pertandingan di dunia olahraga Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.


“Nanti tanggal 29 Januari akan ada penandatanganan MoU antara Jenderal Tito [Kapolri Tito Karnavian] dengan Menpora [Imam Nahrawi] tentang kerja sama antara pihak Polri dan Kemenpora khususnya di bidang olahraga,” kata Gatot, Sabtu (5/1).

Kerja sama yang bakal terjalin antara Kemenpora dan Polri disebut Gatot bersifat menyeluruh. Dengan adanya MoU tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama atau penegakan hukum antara Kemenpora dan Polri.

Adanya MoU tersebut, lanjut Gatot, bukan berarti selama ini tidak terjalin kerja sama yang baik di antara kedua pihak. Namun, lewat MoU tersebut Polri bisa lebih leluasa menindak setiap bentuk pelanggaran terhadap peraturan yang ada.


MoU Kemenpora dengan Polri akan diteken langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menpora Imam Nahrawi. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)


“Itu di antaranya pemberantasan mafia di cabang olahraga. Meskipun di MoU itu diantaranya pemberantasan mafia pengaturan skor, tapi poinnya memberikan legitimasi kepada Polri mana kala ada informasi minim, mereka kita beri akses untuk segera melakukan tindakan hukum,” terang Gatot.

Kasus pengaturan skor pada pertandingan di Indonesia tidak hanya terjadi di cabang olahraga sepak bola. Sekitar setahun lalu, kasus yang sama juga pernah terjadi di cabang olahraga basket.


“Dulu setahun lalu, Ketua Umum Perbasi [Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia] ada bersih-bersih di basket. Kami berharap di cabor lain kalau ada juga dibersihkan, dan tentu kami beharap laporan masyarakat cabang apa saja yang ada dugaan pengaturan skor. Sejauh ini yg terjadi di sepak bola dan pernah terjadi di basket,” tutur Gatot. (sry)

SUMBER