HUT ke-46, PDIP Gelar Rapat Koordinasi Nasional

oleh -516 views

Merdeka.com – PDI Perjuangan bakal menyelenggarakan penyelenggaraan hari ulang tahun (HUT) ke-46 di JIExpo Kemayoran, 10 Januari mendatang. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan HUT ini juga dalam rangka rapat koordinasi nasional.

“Tentu saja karena ini bukan hanya sekedar HUT. Ini HUT ke-46 sekaligus rapat koordinasi nasional,” kata Hasto di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Hasto memastikan pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin bakal hadir. Tema yang diangkat adalah Persatuan Indonesia, Memurnikan Pancasila.

“Pak Jokowi mengatakan ini aset terbesar kita, persatuan Indonesia membumikan Pancasila, ini yang dilupakan. Indonesia itu besar. Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari Jawa, atau Sumatera, Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah yang terbentang di antara dua benua samudera. Satu kesatuan entitet yang punya semangat membumikan Pancasila,” jelasnya.

Wasekjen PDIP Utut Adianto mengatakan jumlah peserta yang hadir 12.321 kader. Terdiri dari pengurus DPP, DPD, DPC, hingga tingkat PAC. Dihadiri pula anggota fraksi DPR RI, anggota legislatif tingkat daerah, dan para caleg DPR.

“Kemudian eksekutif, jadi tiga pilar kita struktur eksekutif legislatif. Eksekutifnya terdiri dari kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP sejumlah 188 orang,” kata Utut.

Dalam konferensi pers HUT ini, hadir pula mantan Sekjen PDIP, yang juga Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua Bappilu Bambang DH, dan pengamat politik Ujang Komarudin.

Tjahjo menceritakan masa-masa PDIP di luar kekuasaan pada 2004-2014. Kata dia, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tidak tergiur dengan kekuasaan.

Maka saat itu, Megawati memerintahkan kepada Tjahjo agar terus menguatkan konsolidasi partai. Tumpuannya adalah yang disebut sebagai Tiga Pilar Partai. Yakni kekuatan di struktur hingga pengurus anak ranting; kekuatan di legislatif; dan kekuatan di eksekutif.

Dimulailah proses modernisasi kerja partai. Setiap kader didudukkan di salah satu dari tiga kekuatan itu berdasar hasil penilaian ilmiah. Metode psikotes pun diterapkan.

“Jadi sebelum seseorang didudukkan, akan dicek apakah dia cocok di DPR, eksekutif, atau struktur. Itu pakai psikotes,” kata Tjahjo.

“Sekjen, wasekjen, bekerja menggerakkan dan mengorganisir Tiga Pilar Partai. Termasuk menggerakkan masyarakat dan pemilih. Itulah kunci kekuatan politiknya,” tambah [eko]

SUMBER