Gagal Praktik, Mahasiswi gantung diri pakai jilbab di kosnya

oleh

PADANGPARIAMAN–Masih muda, cantik dan memiliki masa depan yang baik, Ridawati (22), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tak wajar. Mahasiswi PTS di Padangpariaman ini ditemukan tewas gantung diri dengan jilbab hitam miliknya yang disangkutkan di teralis besi jendela kamar, Minggu (30/12). Sebuah surat yang ditinggalkan korban diatas kasur menjadi saksi bisu kematian korban yang tertulis. Aku minta maaf sebelumnya kepada mama sama bapak dan kepada keluarga semua kalau perlakuanku ini merugikan kalian semua dan menjadi aib keluarga. Maafkan aku yang sudah merepotkan dan menyusahkan kalian semua. Aku sudah memutuskan tak sanggup lagi hidup didunia ini.  Aku sayang kalian semua. Selamat tinggal, aku pamit ya.

Penemuan sosok tubuh Ridawati  tergantung di kamar kosnya, di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padangpariaman, sekitar pukul 14.00 WIB tersebut, pertama kali ditemukan oleh pacar korban berinisial BG (22) karena sejak pagi korban tidak bisa dihubungi. Curiga terjadi sesuatu, BG menghampiri korban di kosnya. Dari luar motor dan sepatu korban masih berada di tempatnya. Ketika BG mengetuk pintu, tidak ada jawaban dari korban. BG mengintip dari ventilasi, terlihatlah korban dalam kondisi duduk bersandar dengan leher terlilit jilbab. Sontak BG memanggil pemilik kos untuk mendobrak pintu.

Saat mendapat informasi ada mahasiswi bunuh diri, polisi langsung berada di lokasi. Selain mengumpulkan keterangan dari pacarnya, polisi juga menghimpun informasi dari warga dan keluarga korban.”Sedangkan dari hasil visum dari tim dokter Puskesmas Padang Sago, tidak ditemukan tanda-tanda luka atau mencurigakan di tubuh korban. Saat diperiksa lidah korban menjulur dan tergigit, serta mengeluarkan kencing dan tinja dari lubang pelepasannya. Korban dalam posisi terduduk dikarenakan jilbab yang digunakan sebagai alat gantung diri sudah melar karena menahan bobot korban. Ditemukan juga kursi kecil disamping jasadnya.

Diduga penyebab bunuh diri mahasiswi cantik kelahiran 18 Maret 1996 itu adalah masalah akademik. Terlebih ditempatnya kuliah, Ridawati yang tercatat sebagai mahasiswi prodi pendidikan matematika 2014, dikenal tertutup dalam pergaulan. “Rida itu memang kurang antusias bergaul di kampus. Sebab dia orangnya tenang-tenang saja,” ujar SA (21) teman korban.

GAMBAR 2: Ridawati semasa hidup

Sedangkan masalah nilainya selama kuliah, menurut SA terbilang standar. Menurutnya tidak terlalu aktif dalam pembelajaran. Masalah nilai, katanya, tidak baik dan tidak pula buruk. ”Seharusnya, teman kami yang malang ini, menyelesaikan praktik lapangannya tahun 2018. Namun dia gagal karena hanya kurang nilai pada praktik tersebut, korban sempat kecewa karena hanya dia yang tidak lulus dan mulai malas kuliah” katanya.

Kendati demikian, Rida sudah pernah melakukan mediasi terkait masalah tersebut dengan guru pamong di sekolah tempat korban praktik tidak menemukan ada masalah dengan pamongnya di sekolah itu. Menurut dosen pembimbingnya ”Dia (Rida, red) gagal praktik di salah satu SMAN di Pariaman murni karena kurang nilai. Untuk itu saya menyarankannya mengulang praktik tahun depan” ujarnya.

Kemarin, rumah Rida terlihat ramai kunjungan. Baik warga, kerabat, ataupun pihak kampus. Jenazah wanita muda itu langsung dikuburkan, Minggu (30/12) malam. Sedangkan orang tua Rida tak dapat ditemui setelah kejadian tersebut.