Sindiran Kubu Jokowi saat Prabowo-Sandi Tolak Tes Alquran: Ada yang Mules Perutnya

oleh

Merdeka.com – Ikatan Dai Aceh mengundang para capres dan cawapres untuk tes baca Alquran. Undangan ini ditolak kubu pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga. Sementara kubu nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin tak masalah dengan undangan masyarakat Aceh tersebut walaupun menilai bahwa membaca Alquran bukan syarat sebagai pemimpin yang tertuang dalam konstitusi.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menyindir kubu Prabowo-Sandi yang menolak undangan tersebut. Hasto menyebut selama ini kubu Prabowo-Sandi selalu menggunakan isu-isu politik identitas untuk meraih simpati publik.

Hasto menganalogikan sikap kubu Prabowo-Sandi dengan peribahasa menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Hasto mengatakan undangan tes membaca Alquran sebagai cara masyarakat Aceh mengoreksi pihak-pihak yang menggunakan isu agama dalam berpolitik.

“Maka bagi kami sekali lagi itu cara masyarakat Aceh untuk mengingatkan pemimpinnya.
Karena selama ini mereka yang menggunakan isu agama dengan adanya semacam haymaker punch. Ternyata mules betul perutnya dan kemudian mengajak kembali pada konstitusi,” kata Hasto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/12).

Hasto mengatakan tak ada syarat kemampuan membaca Alquran bagi capres-cawapres di dalam konstitusi. Kontestasi politik ini pun harus mengacu pada peraturan yang berlaku.

“Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk Pemilu itu kita harus mengacu pada konstitusi. Menjadi pemimpin khususnya presiden dan wakil presiden syarat-syaratnya sudah diatur sesuai dengan Pasal 10 peraturan KPU Nomor 22 tahun 2018 dan itulah yang kita ikuti,” jelasnya.

“Enggak usah diajak kami setia pada jalan konstitusi itu. Tetapi apa yang disampaikan masyarakat Aceh itu juga sebagai tradisi dan mimpi dari masyarakat Aceh dan akhirnya buat masyarakat Aceh siapa sih yang punya kemampuan itu dan akhirnya dari kubu sebelah itu menunjukkan bahwa mereka tidak siap,” sambungnya.

Dari peristiwa ini, Sekjen PDIP itu juga meminta tak ada lagi pihak yang menggunakan isu agama untuk menarik simpati publik. Semua pihak harus mengacu pada konstitusi.

“Gunakanlah ketentuan-ketentuan di dalam konstitusi. Tapi peribahasa sudah saya katakan menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. Itu menjadi peribahasa yang dianalogikan sangat tepat bagi yang menggunakan isu-isu agama,” jelasnya.

Hasto menambahkan, tanpa adanya tes membaca Alquran, keislaman Jokowi maupun Ma’ruf Amin tak perlu diragukan. Karena itulah isu-isu agama tak perlu digulirkan.

“Maka jangan gunakan isu-isu agama dengan cara-cara seperti itu hanya karena ambisi kekuasaan. Orang Jawa bilang nanti kualat,” ucapnya. [noe]

SUMBER