Mengaku Diperkosa, Asisten Pribadi Dewan Pengurus BPJS Ketenagakerjaan Disomasi

oleh -1.344 views

JAKARTA – Seorang perempuan yang menjabat sebagai Asisten Pribadi Dewan Pengurus BPJS Ketenagakerjaan mengaku telah diperkosa dan menerima pelecehan seksual oleh salah satu anggota Dewan Pengurus BPJS Ketenagakerjaan yaitu Syafri Adnan Baharudin.

Kuasa Hukum dari Syafri, Memed Adiwinata, menegaskan akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. “Kami akan meneruskan permasalahan ini ke ranah hukum agar kebenaran bisa ditegakkan,” ujar Memed dalam konferensi persnya di Jakarta Pusat, Minggu (30/12/2018).

Ia menjelaskan kalau pihaknya telah melayangkan somasi kepada perempuan tersebut. Selanjutnya, pihaknya akan segera melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Insya Allah kita akan melakukan proses hukum lebih lanjut, akhir tahun atau paling cepet awal tahun,” tambahnya.

Alasannya, masih ada sejumlah prosedur hukum yang harus dipenuhi hingga pihaknya dapat melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Ia mengaku kalau sebelumnya telah meminta perempuan ini untuk berhenti mengunggah terkait persoalan tersebut di sosial media. Namun tak digubrisnya. Akhirnya proses mediasi pun gagal.

Atas hal tersebut, pada akhirnya Syafri pun memilih untuk membawa permasalahan tersebut ke jalur hukum.

“Artinya memang tidak ada mediasi. Dalam hal ini karena yang bersangkutan gak bisa diajak bicara baik-baik, justru terus-terusan aja ya, posting terus. Yang akhirnya sampai ketua dewas (Dewan Pengawas), Direktur Utama pun melakukan pendekatan yang sama sudah disuruh stop pun tidak kunjung berhenti juga,” imbuh Memed.

Lebih lanjut katanya, ia menyerahkan persoalan tersebut kepada para penegak hukum. “Apapun yang terjadi nanti dikuak secara hukum, apakah seperti ini, apakah seperti di sana, apakah dugaan, apakah sesuai dengan tuduhan. Dan saya yakin penegak hukum di Indonesia semakin hari akan semakin baik, dan kita harapkan proses berjalan dengan objektif akan berjalan dikemudian hari,” pungkasnya. (cw2/b)

SUMBER