Belum lama melahirkan, Winda (18) malah nekat gantung diri

oleh

 

INHIL,— Tanpa alasan yang jelas, seorang wanita muda sekaligus ibu rumah tangga cantik bernama Winda Murni (18) alamat dijalan Tunas Muda Gg. Komar Kel. Tagaraja Kateman, tega mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali nilon pada Minggu siang 23/12/2018 tadi. Winda yang merupakan seorang ibu yang masih belia ini baru melahirkan anak pertamanya bulan November lalu. Winda juga baru lulus SMA dan menikah pada bulan Juli di tahun yang sama.

Ayah kandungnya yang bernama Sucipto merasa terkejut dan sekaligus heran dengan apa yang telah dilakukan oleh Putrinya, pasalnya tidak ada tanda-tanda putrinya akan mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu, bahkan siang itu dia masih menduga bahwa putrinya sedang keluar rumah, dan sambil menggendong cucunya, dia hendak menuju kedapur rumahnya, saat itulah Sucipto melihat putrinya sudah dalam keadaan menggantung dengan lidah menjulur dan celana yang basah pada plafon dapur rumahnya dengan seutas tali nilon. Sebuah kursi plastik terguling persis di bawah kakinya. “Saya merasa kaget dan langsung berteriak meminta tolong kepada warga setelah melihat putri saya dalam keadaan tergantung lehernya”. demikian ucapan Sucipto saat dikonfirmasi oleh Kapolsek Kateman dikediamannya.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony P SIK MH, saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Kateman Kompol Ali Zahari juga mengatakan bahwa, dugaan sementara kematian korban murni akibat bunuh diri”. Hal itu dikatakan Kapolsek lantaran tidak adanya tanda-tanda kekerasan yang terdapat pada tubuh korban saat dilakukan visum oleh pihak dokter RSUD Raja Musa Kec. Kateman. Untuk motif bunuh diri hampir tidak jelas. Tetapi tetangganya bilang korban memiliki masalah pergaulan dan gunjingan dari teman-teman seusianya.

KET Gambar: Winda semasa hidup

Pada saat korban diturunkan dari gantungan/gantung diri, suhu badan korban masih panas dan saksi bersama masyarakat setempat membawa korban ke RSUD Raja Musa Sungai Guntung. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Team Dokter RSUD Raja Musa yang dipimpin dr. Hernoni Sayuti menjelaskan bahwa pada saat korban sampai di rumah sakit telah meninggal dunia. Sementara dari hasil pemeriksaan terdapat luka bekas jeratan tali di leher korban, lidah menjulur, dan celana korban basah karena terdapat air kencing. Namun pada tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda luka lainnya, demikian Perwira Menengah pada Kepolisian Sektor Kateman tersebut menerangkan. (SJ)