Tidak siap LDR dengan pacar, siswi ini gantung diri pakai jilbab

oleh -2.567 views

SECANGGANG- Akibat masalah pacaran, seorang gadis cantik sekaligus siswi SMA bernama Uswatun Hasanah (16) nekad mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri di dalam kamarnya, Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Rabu (19/12) pukul 17.00 WIB.

Ibu korban yang pertama kali menemukan mayat buah hati kesayangannya  langsung pingsan. Korban ketika ditemukan, dalam keadaan tergantung dengan menggunakan kain jilbab panjang warna merah muda miliknya yang dililitkan ke lehernya dan di cantolkan di sebuah paku baja yang menempel di dinding. Sebuah sajadah dan mukena juga masih terhampar di sebelahnya. Diduga Uswatun melakukan aksinya setelah sholat Ashar. Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polsek Secanggang dari laporan warga. Polisi langsung meluncur ke lokasi dimaksud dan benar telah terjadi seorang wanita telah bunuh diri dengan cara menjerat leher di kamarnya.

Ketika di tempat itu, korban sudah di turunkan dari tiang sama orang tua kandung beserta pamannya. Petugas kemudian melakukan olah TKP, saat pihak medis dari Puskesmas mengadakan pengecekan atau pemeriksaan di saksikan pihak keluarga di temukan luka bekas ikatan jilbab di lehernya, lidah menjulur, ingus keluar dari hidung, dan kemaluan korban mengeluarkan banyak air mani. Untuk alat gantung dirinya menggunakan jilbab warna merah muda yang sebelumnya sempat dikenakan korban untuk menutup aurat dan sebuah kursi kecil.

Gambar 2: Uswatun selama hidup dan wasiat yang ditinggalkannya

Dijelaskannya, berdasarkan dari keterangan pihak keluarganya, korban sebelumnya ada masalah pribadi yakni pacaran hingga membuat korban nekad mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Korban juga sempat menulis surat wasiat yang tergeletak di atas sajadah yang ditujukan untuk pacarnya dan orangtuanya yang menyatakan bahwa korban tidak siap jika harus melakukan hubungan jarak jauh (LDR) dan lebih baik mati jika pacarnya tetap pergi. Untuk orang tuanya, korban juga berpesan agar tidak sedih, dan diminta mewakafkan seluruh tabungan dan pakaian milik Uswatun ke panti asuhan agar dosanya bisa diampuni Tuhan.

Selanjutnya, sambung Kapolsek, pihaknya juga sudah mencatat identitas saksi-saksi, meminta keterangan dari orang tua dan tetangga korban, mengadakan kordinasi dengan Puskesmas serta meminta surat pernyataan dari keluarga korban tidak perlu dilakukan autopsi.