Diduga depresi masalah Skripsi, Mahasiswa Unpad gantung diri pakai syal

oleh -2.298 views

Diduga karena depresi sedang menghadapi skripsi, seorang mahasiswa di salah satu PTN ternama ditemukan tewas gantung diri. Peristiwa itu terjadi pada Senin 17 Desember 2018 lalu, sekira pukul 20.10 WIB, Anggota Reskrim Polsek Jatinangor beserta gabungan piket fungsi telah melakukan pengecekan terkait adanya laporan orang meninggal dunia dengan cara gantung diri. diketahui, korban bernama Mohamad Bahtiar (23) yang merupakan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor semester 12 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Sejarah, ujar Kapolres , Rabu (19/12/2018).

Selain itu, imbuh Kapolres, pihaknya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi dan ayah korbanpun telah dimintai keterangan.

“Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, bahwa korban nekat melakukan aksi bunuh diri diduga karena stres dan depresi menghadapi skripsi persiapan akhir kuliah,” terangnya.

Dikatakan Kapolres, dari keterangan Bapak korban, pada beberapa hari yang lalu, dirinya kerap bolak balik ke Jakarta guna menengok adiknya yang tengah sakit. sehingga, dirinya jarang pulang kerumah.

“Pada Sabtu malam kemarin sekira pukuk 19.53 WIB korban dan Bapaknya masih kontakan via telepon namun, pada Minggu pukul 19.07 WIB dengan korban tidak ada komunikasi lagi. sehingga Bapak korban seketika mencuriganya. lalu, mendatangi rumahnya itu untuk mengecek kondisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ucapnya.

Setelah mengetuk pintu, sambung Hartoyo, dan tak ada yang menyapanya lalu didobrak sebab, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. lalu, terlihat posisi leher korban tengah tergantung pada teralis besi jendela kamarnya dengan kain syal warna putih corak. Dibawahnya terdapat kursi yang sudah ditendang.

Polisi menyimpulkan aksi gantung diri menjadi penyebab tewasnya mahasiswa jurusan sejarah itu karena tidak menemukan bukti bekas tindak kekerasan di tubuh korban. Untuk sementara, sesuai dengan ciri-ciri korban gantung diri, celana basah dikarenakan korban mengeluarkan banyak sperma dari kemaluan, dan tinja dari anusnya, serta lidah yang menjulur kaku.

“Namun demikian, dengan adanya kejadian tersebut pihak keluarga korban tidak akan mempermasalahkan kejadian itu dan menerimanya sebagai musibah sebab, dari hasil pemeriksaan pihak dokter puskesmas dan Unit Identifikasi Polres Sumedang tidak ditemukan hasil dari tindak pidana. menyusul, keluarga korban telah membuat pernyataan bahwa tidak akan menuntut dan kejadian tersebut murni bunuh diri,” tandasnya.