Izin BAB, Mahasiswi Akper malah ditemukan gantung diri masih pakai seragam

oleh

Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1 Akper Kesdam VI Tanjungpura ini syok setelah menemukan rekan satu kampusnya Elsa Tri Yuliani (19) sudah tak bernyawa, Kamis (13/12). Elsa yang masih mengenakan seragam dinas khas perawat berwarna putih terbujur kaku di depan kamar indekosnya di Jalan Cempaka Raya Simpang Kenanga No 46 RT 44 Kelurahan Telaga Biru Banjarmasin Barat, pada pukul 09.40 Wita.

Ketika ditemukan, posisi warga Tamiang Layang Kalteng itu terlentang di lorong indekos depan kamarnya. Diduga Elsa melakukan tindakan gantung diri menggunakan tali jemuran dan kain jilbab. Saat ditemukan tali dan kain tersebut putus karena menahan bobot korban. Mulut Elsa juga mengeluarkan air liur. Seutas tali jemuran warna biru tergantung di kusen persis di atas korban. Kursi kayu kecil dan sebuah jilbab persis di bawah tali. Selain itu, korban juga mengeluarkan tinja dari anusnya. Selain mengamankan tali dan tempat duduk itu, polisi juga mengamankan dua buah helm merek INK warna merah dan hitam.

Via Febrianti menceritakan bahwa di kampus Rabu (12/12) siang, saat masih berada di dalam kelas, Elsa izin pamit sama dosen untuk pulang ke rumah. Katanya mau BAB di rumah. “Kami tak menaruh rasa curiga. Dia langsung pergi. Tas sama isinya, ada handphone, ditinggal,” ceritanya.

Waktu berlalu hingga jam kuliah berakhir. “Hari ini (kemarin, Red) kami rencana mau mengantarkan tas dan HP miliknya, dan sekaligus ingin mengetahui kondisinya. Ternyata begini,” ujarnya.

Via menjelaskan bersama dua temannya, Nisa serta Lavenia, termasuk teman dekat Elsa. Namun tak pernah korban curhat tentang masalahnya. “Kami sekitar 4 bulan sudah berteman semenjak masuk kampus. Orangnya asyik dan selalu riang. Tak tahu juga apakah dia punya keluhan penyakit atau apa. Kami juga masih bingung apa penyebab kematiannya,” ucapnya.

Penjaga keamanan setempat, M Wahyuni mengungkapkan Kamis (13/12) subuh sekira pukul 04.00 sempat curiga dengan keberadaan kendaraan korban di depan pagar indekos. Posisinya tak kunci setang. Menurut warga lain, korban terakhir terlihat Rabu sekira pukul 2 siang. Penasaran, dia memberanikan mengetuk pintu kos korban. Namun tak dihiraukan. Lalu pintu rumah didorong, ternyata tak terkunci. Wahyuni masuk dan melihat Elsa terbaring di lorong itu. “Saya coba bangunkan dengan menepuk jempol kaki korban. Saya kira dia tidur. Takut dia kaget, lalu saya tinggalkan pulang,” ungkapnya.

Ketika Wahyuni mencoba membangunkan korban Subuh itu, kakinya masih terasa panas. Tak seperti mayat yang sudah dingin. Begitu juga sebelum masuk ke dalam rumah, tak ada hal yang mencurigakan seperti orang keluar dari indekos korban. “Setelah itu saya pulang dan bersiap untuk ke musala. Saya kaget jam 10-an warga mengabarkan ke rumah tentang temuan ini,” ujarnya.

Bibi korban, Wuri kaget. Saudara dari ayahnya itu langsung bergegas ke lokasi dari rumahnya di Kompleks Karya Budi Martapura Lama KM 7, Sungai Tabuk, untuk memastikan kabar kematian keponakannya. “Satu kali saya ke sini setelah diberi tahu kalau Elsa indekos di sini. Ayahnya anggota TNI, juga di Muara Teweh. Selama ini setahu saya Elsa tak ada memiliki riwayat penyakit atau keluhan. Orangtuanya sudah di perjalanan menuju Banjarmasin,” bebernya.

Gambar 2: KTP Korban bunuh diri yang ditemukan di TKP

Diduga kematian Elsa terkait masalah asmara. Itu setelah informasi didapat JPG dari paman korban Kamis sorenya saat berada di kamar jenazah. Menurutnya, Elsa sempat cek-cok dengan kekasihnya. Kekasih Elsa itu datang dari Muara Teweh untuk bertemu, Rabu (12/12) malam. “Saya dapat kabar dari keluarga di sana bahwa pacarnya baru sampai (kembali, Red.) ke Muara Teweh. Dia bercerita dengan ayah Elsa bahwa saat di Banjarmasin ribut dengan Elsa. Tetapi pacarnya itu tak mengetahui kondisi Elsa sekarang, tahunya setelah dikabarkan keluarga,” ucap Ali Mustafa (30) paman korban.

Wakasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sony L Gaol menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Tunggu hasil pihak dokter yang melakukan pemeriksaan di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. “Sejumlah temuan di TKP diamankan, seperti barang-barang pribadi korban, ada charger, sepeda motor, helm, dan baju-baju korban,” jelasnya. Untuk sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. “Tentunya ini akan kami selidiki mendalam, dibantu tim dokter untuk mengungkap penyebab kematiannya,” tuntasnya.