HEADLINE: Kubu Prabowo Pindah Posko ke Jateng, Efektif Pecah Suara Jokowi?

oleh -2.126 views

Di sisi lain, bergulirnya rencana pemindahan Posko Pemenangan Pusat kubu Prabowo-Sandi justru dianggap semakin memperkuat basis kekuatan pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Tim Pemenangan Jokowi yakin, rencana itu tidak akan menggerus basis massa yang telah mereka bangun

Monggo saja. Pasukan kami justru makin solid, ‘banteng-banteng’ makin kuat” ucap Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf wilayah Jateng, Bambang Wuryanto saat dihubungi Liputan6.com Selasa (11/12/2018).

Bambang meyakini, persoalan tempat markas pemenangan tidak akan mempengaruhi hasil perolehan suara pada Pilpres 2019. Dia pun menekankan, bila tujuannya menggerus suara Jokowi, dia yakin, itu tak bakal kesampaian. 

“Memindahkan hati dan pikiran itu tidak sama dengan memindahkan tempat. Kalau niatnya menggerus suara, justru dia tengah membangunkan ‘banteng-banteng’ yang lagi tidur. Karakter banteng, kalau diinjak, kan bangkit,” tegas Bambang. 

Dia pun mengibaratkan, untuk menghadapi tim Prabowo di Jateng, kader-kadernya, yang ia ibaratkan sebagai banteng, siap mengasah tanduknya. 

“Percaya deh, justru kami makin solid. Apalagi nanti kalau ada perintah dari panglima besar Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani, banteng-banteng itu akan segera mengasah tanduk,” kata dia. 

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir mengaku meragukan klaim kubu Prabowo-Sandi soal pemindahan markas pemenangan mereka ke Jateng.

Jangan-jangan, itu hanya retorika semata yang ditujukan untuk mengalihkan fokus pendukung Jokowi-Ma’ruf. 

“Saya pikir itu bisa saja bluffing (gertakan) doang. Sama saja, seperti ungkapan (Sandiaga Uno) membangun tanpa utang, janji gaji guru Rp 20 juta,” kata  Erick Thohir di Gedung SCTV Tower, Senin 10 Desember 2018. 

Namun, bila benar posko lawan dipindah, Erick mengaku, pihaknya sangat terbuka. Yang akan terjadi adalah medan perjuangan yang nyata dan dapat dipantau publik. Masyarakat bisa melihat langsung hal nyata yang ditawarkan kedua kandidat.

“Jadi kalau mau di Jateng ya kita senang, dan itu sesuatu yang membawa confident buat kita, makin banyak yang percaya bahwa ini perjuangan buat Indonesia,” jelas Erick Thohir.

Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo juga mempersilahkan kubu Prabowo-Sandi membangun Posko pemenangan pusat di wilayahnya. 

“Ya ndak apa-apa, mau membangun posko di mana saja, itu hak mereka. Mau di Kalimantan, di Sulawesi, di Jawa, monggo,” ucap Ganjar saat dihubungi Liputan6.com,  Senin, 10 Desember 2018. 

Mengenai klaim kubu Prabowo yang yakin akan menggerus suara Jokowi di Jateng, Ganjar tak ingin berkomentar banyak. Dia hanya menegaskan masyarakat Jateng sangat solid.

“Karena Jateng paling solid, maka Jateng paling seksi untuk digembor. Karena kami solid sekali,” ucap dia.

Apalagi, kata Ganjar, jika alasan kubu Prabowo-Sandi adalah perolehan Pilkada 2017. “Kan asumsi yang dibangun berdasarkan Pilgub dulu toh?…Dan di Pilgub yang menang saya,” kata Ganjar saat di Istana Kepresidenan. 

Kendati demikian, Ganjar tak ingin meremehkan BPN Prabowo-Sandiaga. Dia menganggap apa yang direncanakan kubu lawan saat ini menjadi warning bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin agar bekerja lebih keras lagi.

“Jadi kita enggak boleh menyepelekan, enggak boleh overconfidence. Semua harus kerja keras karena sebenarnya yang akan memenangkan adalah yang dicintai rakyat,” kata dia. 

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto justru menilai rencana tim Prabowo-Sandi memindahkan markas pemenangan sebagai blunder. Seluruh pendukung Jokowi-Ma’ruf justru disebut makin solid. 

“Malah menggelorakan semangat juang, tidak hanya bagi die hard PDI Perjuangan, tapi juga bagi seluruh parpol Koalisi Indonesia Kerja di Jawa Tengah.

Menurut dia, selama ini, seluruh elemen pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin justru semakin solid bersatu dan meningkatkan target pilpres dari 75 persen menjadi 80 persen. 

“Masuk ke Jawa Tengah yang dikenal guyub, dengan berbagai isu yang memecah dipastikan akan kontraproduktif,” Hasto menandaskan. 

Hasto pun mengatakan membangun basis massa tidak bisa hanya dengan memindahkan posko atau markas pemenangan, namun butuh proses panjang yang berkesinambungan. Dia menyebut, PDIP telah sejak lama membangun ‘kekuatan’ di Jateng, salah satunya melalui kerja nyata Presiden Joko Widodo.

“PDI Perjuangan menegaskan bahwa membangun loyalitas pemilih bukan proses sebulan dua bulan, namun proses berkesinambungan, memenangkan hati rakyat, melalui pikiran yang positif dan kerja nyata untuk rakyat. Itulah yang selama ini dilakukan Pak Jokowi,” ujar dia.

SUMBER