Ombudsman Temukan Maladministrasi Kasus Novel, Begini Jawaban Polisi

oleh

JawaPos.com – Polda Metro Jaya mengaku telah merespon temuan Ombudsman Republik Indonesia terkait adanya dugaan maladministrasi, atas proses penyidikan kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan. Polisi berjanji akan mempelajari kasus maladministrasi itu selama 30 hari ke depan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, pihaknya siap mempelajari dugaan maladministrasi penyidikan itu. Proses perbaikan maladministrasi itu akan dijawab sesuai Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) selama 30 hari dari waktu temuan itu.

“Kemarin Ombudsman sudah menyerahkan ke Polda Metro. Kemudian diterima Irwasda (Inspektur Pengawas Daerah). Temuan itu nanti akan dipelajari. Temuannya apa saja, nanti akan dijawab dalam waktu 30 hari,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (7/12).

Sebelumnya, Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala menyebut maladministrasi itu terkait penanganan perkara yang ditangani penyidik Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Kelapa Gading. Meliala juga meminta Kepolisian RI serius menangani kasus yang menimpa Novel.

“Temuan maladministrasi proses penyidikan Laporan Polisi Nomor. LP/55/K/lV/2017/PMJ/Res JU/S GD tanggal 11 April 2017 merupakan investigasi atas prakarsa sendiri yang dilakukan oleh Ombudsman,” ungkapnya pada awak media, dikantornya, Kamis (6/12).

Lebih lanjut, dia menuturkan ada empat poin temuan maladministrasi yang didapati Ombudsman. Peristiwa teror air keras yang menimpa Novel Baswedan hingga kini belum terungkap pelakunya. Novel diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 usai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pelaku menyiramkan air keras mengarah ke bagian wajah. Akibatnya, mata kiri Novel tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan.

Sebelumnya, pada awal 2018, Polda Metro Jaya sudah mengumumkan dua sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku. Akan tetapi belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut.

(wiw/JPC)

SUMBER