Jokowi Dinilai Mampu Bawa Indonesia Menuju Kedaulatan Pangan

oleh

JAKARTA  –  Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin ,dinilai bisa membawa Indonesia menuju kedaulatan pangan jika mereka menjabat pada tahun 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Abdul Rosyid Arsyad, selaku Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Nasional Konferensi BEM se-Indonesia di UIN Syarif Hidayatullah dengan tema Kedaulatan Pangan, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, apa yang dilakukan Jokowi saat ini untuk menuju ke kedaulatan pangan sudah jelas tinggal menyempurnakan penyelesaian permasalahan petani dan distribusi pangan dari petani ke Bulog.

“Caranya kami usulkan melalui sistem online dari petani langsung ke pedagang dengan komoditas barang yang penjualannya di pasar,” kata dia.

Tidak hanya itu, Abdul Rosyid juga yakin Jokowi memiliki tim yang siap menjawab program kedaulatan pangan yang akan mensejahterakan rakyat termasuk petani dan pedagang. “Saya menilai pasangan Jokowi-Amin mampu membangun tim yang kuat untuk menjaga kedaulatan pangan,” ungkap dia.

Keyakian Abdul Rosyid merujuk pada pemerintahan Jokowi saat ini, yang terus mengkebut pembangunan infrastruktur dan akan disusul dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Kedaulatan pangan itu ditunjukan dengan meningkatnya produksi dari hasil pertanian itu sendiri dengan cara diselesaikannya permasalahan petani seperti normalisasi pengairan irigasi pertanian, pembukaan lahan baru, permodalan, dilengkapi sarana prasarana modern, pembatasan izin pembangunan perumahan yang menggunakan lahan persawahan dan pelatihan generasi baru penerus petani, ini merupakan tahap pertama,” beber dia.

Abdul Rosyid menambahkan, tahap kedua yakni menyangkut regulasi dan hasil panen. Sedangkan tahap ketiga distribusi dari petani ke Bulog dan bisa langsung kepada pedagang tanpa perantara tengkulak atau cukong.

“Melalui sistem online untuk memotong jalur tengkulak atau cukong dan mafia pangan yang akan digagas Komite Pedagang Pasar (KPP) sebagai strategi stabilitas harga pangan dan kesejahteraan petani bersama pedagang,” pungkasnya. (yendhi)

SUMBER