Harga nyawa mahasiswi ini hanya sebatas cekcok, gantung diri dengan kain jilbab

oleh

Harga nyawa mahasiswi salah satu universitas swasta di Riau ini tampaknya hanya sebatas pertengkaran dengan pacarnya saja. Hanya gara-gara cekcok dengan pacar, seorang gadis cantik bernama Diana (23) nekat mencabut nyawanya sendiri menggunakan kain jilbab motif bunga-bunga miliknya yang diikatkan di kusen pintu kamar kontrakannya di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Senin (06/12/18) pukul 14.00 WIB.

Menurut ketika pertama kali ditemukan, mayat Diana sudah mulai mengeluarkan aroma tak sedap karena diperkirakan sudah tewas menggantung selama 2 hari. Pengakuan pacarnya tersebut, mereka memang sempat bertengkar akhir pekan lalu. Dia (Diana) sempat minta maaf berkali-kali ke pacarnya yang berinisial FR (24), tetapi pacarnya tidak memaafkan.

Selain itu, orangtua korban juga mengakui sudah putus hubungan dengan anaknya sejak sebulan yang lalu. Merasa khawatir, orangtua korban datang ke Pekanbaru dan langsung mendatangi rumah kontrakkan yang dihuni korban. Setibanya di rumah korban, pintu terkunci. “Orangtuanya sempat bertanya ke teman kampus korban, tapi tidak ada yang tahu. Akhirnya, pintu rumah korban didobrak,” tuturnya.

“Waktu didobrak itu, orangtua korban mencium bau busuk dan bau kotoran manusia dari dalam kamar korban, ternyata korban sudah tewas tergantung di balik pintu”. Kondisi korban yang masih mengenakan baju tidur dan celana pendek tersebut menyedihkan. Korban dalam posisi setengah berdiri dan bersandar di pintu, lidahnya tergigit, lehernya terjerat jilbab, serta terdapat bekas tinja dan air kencing yang berceceran di celana dan di lantai kamar. Untuk pijakan terakhirnya menggunakan kursi kayu yang sudah terguling didepannya. Di atas meja belajar korban juga terdapat surat wasiat yang berisi permintaan maaf korban untuk keluarganya dan pacarnya, dan permintaan korban untuk segera menguburkan mayatnya tanpa perlu dimandikan.

Gambar 2: Diana semasa hidup

“Jenazah korban akan kita serahkan ke pihak keluarganya untuk langsung dikebumikan. Kita juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Termasuk mengamankan barang bukti yaitu kain jilbab, kursi, pakaian terakhir korban, dan sebuah HP merk Iphone. Keluarga korban tidak menyangka Diana nekat melakukan tindakan yang diharamkan agama itu. Mahasiswi semester 10 jurusan komunikasi tersebut memiliki keluarga yang berada dan dikenal pribadi yang mudah bergaul tetapi sedikit tempramental. “Semua kebutuhannya selalu dipenuhi, termasuk mobil pribadi untuk mobilitas ke kampusnya,” tutur orangtuanya.