4 Tahun Tanpa Kejelasan, Keluarga Korban Paniai Kejar Janji Jokowi

oleh

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memenuhi janjinya untuk menuntaskan tragedi penganiayaan dan penembakan di Paniai, Papua, 8 Desember 2018. Padahal sudah empat tahun kasus ini bergulir namun belum juga ditemukan pelakunya.

Lantas janji itu ditagih salah satu keluarga korban penembakan, Obet Gobay. Setiap tahun, Obet yang merupakan ayah dari Apius Gobay itu menunggu kejelasan penuntasan kasus ini dari pemerintah.

“Saya tidak bicara banyak, saya tunggu pemerintah kapan selesainya kasus ini. Panjang atau pendek saya tunggu pemerintah ungkap pelaku,” tegasnya di Kantor Amnesty Internasional, Cikini, Jakarta, Jumat (7/12).

Obet bingung apa salah anaknya hingga harus ditembak oleh orang yang diduga aparat. Hingga anaknya harus mati di tengah mimpi untuk menjadi orang besar seperti bupati, koramil, PNS, ataupun tentara. Karenanya, dia akan terus mencari keadilan dengan berbagai cara.

“Apakah mereka itu mencuri kah, membawa istri orang atau uang di bank, tidak, karena mereka tidak curi, itu yang saya datangi tempat ini,” kata dia dengan bahasa Paniai.

Obet yang merupakan pengurus gereja mengaku Apius adalah penerusnya. Sebab, dia anak laki-laki satu-satunya di keluarga.  Karenanya, walaupun pemerintah menawarkan Rp 4 miliar sekalipun, dia tidak akan menerima selain pelaku penembakan dihukum seadil-adilnya.

Sebab, nyawa seseorang katanya tidak bisa digantikan dengan apapun. “Kalau manusia, di pasar dunia tidak jual. Saya hidup menderita. Kalau kasus Paniai pemerintah tidak mau selesaikan, serahkan ke PBB yang selesaikan,” pungkas Obet.

Sementara itu, Yones Dou, tokoh HAM di Papua yang mendampingi Obet mengatakan sejatinya bukti berupa beberapa proyektil sudah diserahkan ke Mabes TNI dan Polri. Harusnya, hal itu bisa menjadi jalan utama menemukan pelaku penembakan.

Langkah-langkah yang di keluarga malu untuk mengungkapkan kasus Paniai berdarah pertama seluruh data dan bukti diserahkan ke Mabes Tni Polri. Namun hingga kini hasilnya nihil.

Padahal Jokowi yang kala itu baru menjabar berjanji akan menuntaskan kasus ini dengan cepat. Karenanya, janji itu menurut dia harus ditepati.

“Karena ini janji. Janji adalah hutang. Kami orang Papua, kalau janji, kamu kejar sampai kau kasih. Keluarga hanya mau Jokowi, Kapolri ungkapkan kasus itu. Keadilan harus ada,” pungkas Yones.

Sebelumnya, kasus penganiayaan dan penembakan di Paniai terjadi pada 7-8 Desember 2014. Penembakan sendiri terjadi pada 8 Desember 2014 di Lapangan Karel Gobai, Kota Enarotali, Paniai, Papua.

Empat orang menjadi korban. Yakni, Apius Gobay, Alpius Youw, Simon Degei, Yulian Yeimo. Sementara belasan warga sipil terluka. 

(dna/JPC)

SUMBER