Cinta digantung, Febriyanti nekat gantung diri menggunakan kerudungnya

oleh

BERKRIM MALANG – Masyarakat sekitar Srigading, Randugading, Kabupaten Malang Selasa siang tadi jam 12.10, (04/12/2018) dikejutkan dengan aksi nekat seorang gadis sekaligus karyawati bernama Febriyanti (25). Gadis berkacamata tersebut nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri dengan mengikatkan leher dengan kain kerudung warna hitam di kamar rumahnya. Ada dugaan korban putus asa karena bertengkar dengan pacarnya perihal hubungan cintanya yang digantung. Sebelumnya korban sempat meminta pacarnya berkali-kali untuk segera dinikahkan, tetapi ditolak karena masalah biaya dan restu orang tua. Namun polisi masih melakukan penyelidikan untuk kepastiannya.

Kronlogisnya, sekitar pukul 07.30, Febri yang masih tinggal dengan orangtuanya tersebut sudah berdandan rapih dan bersiap-siap untuk bekerja. Setelah itu korban mendapatkan telepon diduga dari pacarnya. Saat itu korban sempat marah-marah dan menangis sehingga korban masuk kembali ke kamarnya dan mengunci pintu. Ibu korban LF (56) dan adiknya perempuannya SA (18) sudah mencoba menghibur korban tetapi tidak ada tanggapan. Tidak lama sejak itu, diduga korban langsung melaksanakan aksi gantung diri. Korban melepas kerudung hitam di kepalanya, dan mengikatkannya di leher dan di kayu ventilasi kamar. Untuk pijakannya menggunakan 4 buah bantal yang ditumpuk.

Pada jam 11.50, dari luar rumah ibu korban kaget melihat kain warna hitam ada di kayu. Karena panik, ibu korban memanggil korban dan lagi-lagi tidak ada tanggapan. Akhirnya dia bersama tetangganya mendobrak pintu kamar Febri. Dan terlihatlah mayat Febri yang masih memakai kemeja pakaian kerja, dan celana jeans ketat dan panjang sudah tergantung dengan kerudungnya. Saat ditemukan mayat Febri dalam keadaan mengenaskan dengan mata melotot dan lidah keluar. Sementara celana dan kasurnya basah oleh air kencing korban. Terdapat surat wasiat dari korban di kasurnya dalam bahasa jawa yang intinya “Mas Haris, lebih baik aku mati gantung diri, aku lelah menunggu kamu, aku lelah digantung seperti ini. Padahal apapun kuberikan untukmu, tapi apa balasmu. “. Diduga surat itu ditujukan ke pacarnya.

Dikonfirmasi lewat ponsel, Kapolsek membenarkan adanya kejadian. Pihaknya menjelaskan bahwa anggota telah memeriksa keterangan saksi-saksi. Korban dipastikan menjalani aksi bunuh diri murni. “Alatnya memakai kerudung yang sebelumnya sempat dipakai korban untuk menutup rambut/auratnya”. Untuk motifnya adalah asmara. Menurut ibu korban, Febri memiliki sifat yang mudah bergaul tetapi sensitif. Febri dengan H(26) sudah berpacaran selama 4 tahun,dan sudah beberapa minggu ini sering bertengkar. Febri sering meminta dinikahi, tetap pacarnya selalu menolak dengan alasan macam-macam. Ketika ditanya apakah korban hamil, keluarga korban hanya bilang mungkin saja hamil karena akhir-akhir ini Febri sering mual-mual. Pihak keluarga menerima kejadian sebagai musibah sehingga tidak perlu dilanjutkan penyelidikan.