Tanpa alasan, Mahasiswi tingkat akhir ini gantung diri setelah shalat subuh

oleh -4.466 views

SINJAI – Entah setan apa yang merasuki pikiran Rinni Adriani (22) seorang gadis berhijab yang juga mahasiswi institut agama islam berusia 22 tahun hingga terpikir untuk mencabut nyawanya sendiri dengan gantung diri di rumah sederhananya, Dusun Saokeng, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sabtu, 1-12-2018. Saat subuh, terlihat jelas raut wajah korban murung. Korban sempat bangun dan shalat subuh bersama ibunya HA (52) pada jam 04.30. Tidak ada yang menyangka jika itu merupakan sholat terakhirnya.

Meski telah disadari, orangtua Rinni lalu meninggalkan anaknya itu seorang diri di rumah pada jam 05.00 Ibunya berangkat ke pasar tak jauh dari tempat tinggal mereka. Menghabiskan waktu di pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari keluarganya, Ibu Rinni pun bergegas pulang menenteng belanjaanya. Saat tiba di rumahnya pada jam 07.00, seluruh pintu terkunci rapat. Meski telah berteriak memanggil Rinni untuk membuka pintu, pintu rumah itu tak kunjung terbuka. Ia lalu ke belakang rumah dan sekali lagi berteriak memanggil nama anaknya. “Rini, Rini.. Buka pintunya,” teriak ibunya kala itu.

Tak berselang lama, ia berusaha membuka pintu bagian belakang rumahnya. Menyadari sesuatu telah terjadi, ia bergegas mencari anaknya. Ternyata anaknya masih ada di dalam kamarnya dalam kondisi terkunci. Ibu korban semakin curiga ketika melihat ceceran air kencing yang menetes keluar dari bawah pintu kamar anaknya dan merembes hingga ke karpet ruang tamu. Di atas ventilasi pintu juga terlihat kain jilbab merah muda sudah tersimpul. Ibu korban segera memanggil tetangganya untuk menodrak pintu. Setelah didobrak, terlihatlah Rinni dalam kondisi yang sangat menyedihkan.

Rinni sudah mengakhiri hidupnya sendiri. Kain jilbab panjang warna merah muda yang sudah dipilin menyerupai tali ia pakai untuk menggantung dirinya di ventilasi pintu kamarnya sendiri. Mayat Rinni yang mengenakan daster dalam kondisi lidahnya menjulur dan tergigit, kedua tangannya dalam keadaan masih berada di leher dan menggenggam kain, sementara kaki kanannya masih menekuk ke kursi plastik di sebelah kanan mayat, diduga di tengah aksinya Rinni sempat membatalkan niat untuk gantung diri, tetapi sudah terlambat karena kain jilbabnya sudah menjerat lehernya cukup kuat. Air kencing korban juga sudah membanjiri lantai kamar.  Lantaran takut, Ibu korban kemudian menghubungi pihak berwajib, melaporkan kejadian itu.

GAMBAR 2: Rinni semasa hidup

Pihak kepolisian bergegas melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh gadis malang itu. Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Sarda memastikan jika Rinni telah menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri. Namun, Sarda mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki motif Rinni bunuh diri karena tidak ada wasiat yang ditinggalkannya. Menurut ibunya, Rinni tidak memiliki masalah. Dia dalam kondisi sehat, dan IPK nya pun diatas 3, korban juga tidak memiliki pacar tidak seperti teman-temannya. Terangnya. Kini, tak ada lagi keceriaan Rinni. Orangtuanya mengaku sangat kehilangan sosok Rinni. Mahasiswi semester VIII itu kini pergi untuk selamanya.