Sembilan Terpidana Mati Dibawa ke Nusakambangan, Ada Apa?

oleh

JAKARTA – Sembilan terpidana mati dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, dipindah ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Pemindahan narapidana (napi) ke Lapas Nusakambangan selalu menjadi perhatian karena di tempat ini dikenal sebagai lokasi eksekusi menjemput ajal bagi terpidana mati.

Sejumlah napi kelas kakap riwayatnya berakhir di hadapan barisan regu tembak. Biasanya dilakukan di Lapas Nusakambangan.

Pulau yang berjuluk pulau kematian selama ini terisolir jauh dari pemukiman dan dunia luar diperuntukan mengeksekusi terpidana mati.

Pemindahan sembilan terpidana mati ini menjadi pertanyaan apakah dalam waktu dekat ada rencana eksekusi mati.

Juru Bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Ade Kusmanto membenarkan sembilan terpidana mati yang dikirim ke Nusakambangan itu adalah napi kasus narkoba.

Namun dia enggan menjawab apakah akan ada eksekusi mati dalam waktu dekat dengan alasan bukan kewenangan Kementeriannya melainkan Kejaksaan Agung.

“Yang dikirim tidak ada terpidana mati teroris, semuanya kasus narkoba,” tutur Ade. “Eksekusi mati ranah Kejaksaan Agung.”

Menurutnya mereka dipindah ke Nusakambangan dengan pertimbangan keamanan dan untuk kepentingan pembinaan. Sebab, mereka terkategori napi risiko tinggi (high risk) dan perlu mendapatkan pengamanan khusus.

“Para napi ini dikhawatirkan tetap bisa melakukan perbuatan melawan hukum dari balik jeruji penjara,” ujar Ade. (dwi/b)

SUMBER