Kapolda Baru: Di Banten Ada 24 Pelabuhan Tikus untuk Pintu Masuk Narkoba

oleh

SERANG  – Polda Banten akan memperketat pengawasan pelabuhan-pelabuhan tikus atau ilegal yang menjadi pintu masuk narkoba akan menjadi perhatian utama. Di Banten ada 24 pelabuhan yang bersifat terbuka, sehingga pengawasannya cukup sulit dilakukan.

Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir mengatakan Banten merupakan daerah yang cukup rawan menjadi tempat masuk narkoba. Terbaru, pada 20 November 2018 lalu, Polres Metro Jakarta Barat berhasil menyita 44 kilogram sabu dan 20.000 butir ekstasi kelas I dari pelabuhan tikus di wilayah Bojonegara, Kabupaten Serang.

“Di Banten ada 24 pelabuhan tikus yang bisa di darati, baik barang maupun narkoba,” kata jenderal bintang satu kepada wartawan, Jumat (30/11/2018).

Menurut Tomsi, kurangnya pengawasan menjadi peluang bagi para penyelundup untuk masuk ke wilayah Banten. Pengiriman narkoba menggunakan pelabuhan dan jalur-jalur tikus demi menghindari petugas.

“Untuk itu saya berbicara dengan Dirnarkoba (Kombes Yohanes Hernowo), kami mencoba berupaya yang terbaik. Apalagi dengan adanya perubahan tipe Polda Banten,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolda menambahkan dalam pemberantasan narkoba melalui jalur tikus, aparat Polda Banten tidak bisa bekerja sendiri. Pihaknya juga perlu dukungan, baik dari masyarakat maupun awak media untuk memberikan informasi.

“Kita ingin berkontribusi yang baik untuk masyarakat Banten dan saya juga sudah tekankan kepada Pejabat Utama (PJU) Polda Banten untuk berprestasi dan profesional,” tambahnya.

Selain pelabuhan tikus, Tomsi mengungkapkan peredaran narkoba yang dibuat oleh home industri di wilayah Banten juga masih tinggi, khususnya di wilayah Tangerang yang saat ini masuk ke dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa home industri di Tangerang yang di ungkap Polda. Oleh karenanya kita akan lebih intensifkan lagi pengawasan,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, pada Juli 2017 lalu jaringan narkoba internasional melakukan penyelundupan 1 ton narkoba jenis sabu-sabu di Pelabuhan tikus Hotel Mandalika Anyer, Kabupaten Serang. Dalam pengungkapan itu, polisi berhasil mengamankan 8 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok.

Kemudian, pada 20 November 2018 lalu sebanyak 44 kilogram sabu dan 20.000 butir ekstasi di selundupkan melalui pelabuhan tikus Bojonegara, Kabupaten Serang. Dalam kasus itu, 4 orang pelaku berhasil diamankan. (haryono/win)

SUMBER