Frustasi penyakitan, pria paruh baya memilih gantung diri telanjang bulat

oleh -2.682 views

BERKRIM BOJONEGORO – Peristiwa gantung diri kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Kali ini korbannya seorang pria paruh baya bernama Mujari (52), warga Desa Panjunan RT 007 RW 002 Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.  Pada Minggu (25/11/2018) sekira pukul 07. 20 WIB pagi tadi, ditemukan telah meninggal dunia gantung diri di dalam kamar rumah milik keluarganya yang bernama Suhadak, yang berada di Desa Panjunan RT 009 RW 002 Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Menurut keterangan keluarganya, sejak dua minggu lalu korban mengalami depresi atau stress, akibat sakit gangguan pencernaan yang telah lama dideritanya, tak kunjung sembuh.

Menurut keterangan Kapolsek Kalitidu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sugimat SAg, bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada Minggu (25/11/2018), sekira pukul 07.15 WIB, saksi yang juga anak perempuan korban Khoirun Anisa (19), yang juga tinggal serumah dengan korban, sedang memasak di dapur, yang letaknya di sebelah kamar korban. Saat itu saksi merasa curiga karena korban belum bangun, sehingga saksi berusaha membuka pintu kamar korban yang tidak terkunci.  “Saat itulah, saksi menemukan sesosok tubuh yang sangat mengenaskan gantung diri dengan keadaan telanjang bulat (bugil)”. Mengetahui kejadian tersebut, kemudian saksi Khoirun Anisa (19) segera memberitahu Suhadak, yang selanjutnya kedua saksi mengecek kondisi korban dan diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Peristiwa tersebut segera diberitahukan kepada warga sekitar dan dilaporkan pada perangkat desa setempat, serta dilaporkan ke Polsek Kalitidu,” kata Kapolsek. Berdasarkan hasil identifikasi dan olah TKP, diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki laki, panjang mayat 160 sentimeter, dan kulit sawo matang. Saat masih tergantung, kondisi korban sangat memprihatinkan, korban gantung diri telanjang bulat menggunakan tali kolor yang diikatkan pada tiang penyekat dinding kamar tidur, lidahnya terjulur dan dibawah kaki korban terdapat sperma, dan tinja yang berceceran

Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Kalitidu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan fisik pada tubuh korban.“Penyebab kematian korban murni karena gantung diri,” tutur Kapolsek.Sementara, menurut keterangan keluarganya, sejak dua minggu lalu korban mengalami depresi atau stress, akibat penyakit gangguan pencernaan. Selain itu, lanjut Kapolsek, sebelumnya korban juga pernah berniat bunuh diri dengan berjalan di jalur rel kereta api di wilayah Desa Kalitidu Kecamatan Kalitidu, namun saat itu korban dicegah atau ditolong oleh warga setempat sehingga niatnya untuk bunuh diri berhasil digagalkan.

“Diduga korban depresi berat hingga hekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.” tutur Kapolsek.
Setelah dilakukan musyawarah dengan keluarganya, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan penyebab kematian korban murni karena gantung diri.
“Jenazah korban telah kami serahkan kepada ahli warisnya untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek. (red/imm)