Cinta segitiga, Siswi SMK pilih gantung diri dengan jilbabnya

oleh -2.801 views

ASAHAN- Keheningan malam, Selasa (27/11/2018) di Dusun IV Desa Sipaku Area Kecamatan Simpang Empat tiba-tiba pecah dengan teriakan dari rumah seorang warga bernama Misma (49).

Saat didekati, warga melihat pemandangan tak lazim dari salah satu kamar di rumah Misma. Tubuh mungil siswi SMK bernama Eni Anggraini (18), tak lain adalah ponakan Misma didapati dalam posisi gantung diri sambil bersender di teralis jendela kamarnya dengan menggunakan sehelai kain jilbab sekolahnya warna putih yang dililit. Didepannya terdapat kursi lipat diduga sebagai alat bantu gantung diri. Saat ditemukan korban masih mengenakan singlet warna ungu dan celana pendek motif kartun. Di kupingnya terdapat headset yang masih menyolok ke HP korban yang telah terjatuh.

Informasi dihimpun wartawan, sekira pukul 23.45 WIB, Misma baru saja sampai di rumahnya, usai berjualan di sekitaran Simpang Empat. Misma lantas memanggil korban untuk membuka pintu. Ternyata tidak terkunci, Misma langsung masuk menuju ke kamar korban untuk memberikan baju titipan korban.

“Ketika membuka kamar korban yang tidak terkunci, Uwaknya (Misma) langsung menjerit minta tolong dan mengejutkan beberapa warga dan RT. Pas diturunkan bersama-sama, udah gak ada denyut nadi,” ujar Ayu, teman sepermainan dan satu sekolah dengan korban, di Yapim Simpang Kawat di rumah duka, Rabu (28/11/2018) sekira pukul 11.20 WIB.

Gambar 2: Saat di rumah duka

Diakui Ayu, semasa hidupnya, korban dikenal sebagai pribadi sedikit tertutup. Meski begitu, dimata teman-teman sekolah, korban dikenal sebagai sosok mudah bergaul. Namun, ditanya soal cowok, Ayu mengaku korban memiliki masalah cinta segitiga dengan pacarnya yang masih satu sekolah dengan korban.

Sementara salah satu keluarga korban membenarkan kalau Erni selama ini tinggal di rumah kakaknya. “Dia ponakan kami. Tinggal di rumah kakakku,” kata pria yang mengaku kerabat korban sembari mengatakan korban dikebumikan sehabis zuhur. “Nanti lagi ya, Bang,” ujarnya lalu pergi meninggalkan sejumlah wartawan di rumah duka.

Peristiwa ini juga dibenarkan Kapolsek Simpang Empat AKP Suryanto Yantoto SH. Ditemui di ruangannya, AKP Suryanto Yantoto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan luar, ada luka memerah di bagian urat leher korban, lidah terjulur, mata melotot, dan terdapat kotoran BAB di celananya. Polisi juga mengamankan HP, pakaian, jilbab dan kursi sebagai barang bukti. Hasil penyelidikan kita sementara, diduga karena masalah asmara. Karena malamnya korban sedikit cekcok dengan seorang pria melalui hp (handphone). Diduga pacarnya. Keluarga ikhlas dan tidak bersedia korban dilakukan autopsi,” ujar Kapolsek. (js/ma)