Masalah asmara, Wanita tiongkok gantung diri di shower kamar mandi villa di Bali

oleh

BERKRIM BADUNG – Entah apa yang ada di pikiran seorang wanita wisatawan asing asal Tiongkok Long Zhongmin, (26). Dia ditemukan bunuh diri dengan cara menjerat lehernya sendiri menggunakan kain syal warna pink dan dililitkan di sebuah shower di dalam kamar mandi Vila Elina, Jalan Umalas 2 Nomor 29, Lingkungan Umalas Kangin, Kerobokan Kelod, Kuta Utara pada Minggu (25/11) pukul 08.00. Dugaan penyebabnya adalah masalah asmara dan keluarga.

Dari keterangan Martha Marwaty, 42, saat itu mendapat telepon dari salah seorang tamu yang menanyakan kunci serep lantai 2 Vila tersebut. Martha kemudian menghubungi pemilik vila. Pemilik vila kemudian menghubungi dan meminta tolong kedua temannya Naning dan Jeremay Tanner untuk membukakan pintu. “Karena kamar dalam keadaan terkunci tidak bisa dibuka. Dicoba dibuka lagi tetap tidak bisa,” ungkap petugas. Saksi kemudian kembali menelpon pemilik vila hingga akhirnya diberitahu agar masuk melalui pintu belakang. Setelah berhasil masuk, saksi memanggil korban tetapi tidak mendapat respon. Ketika mereka masuk ke kamar mandi saksi sudah mendapati korban yang masih mengenakan pakaian pesta dan celana hotpants itu sudah dalam kondisi gantung diri dengan lidah menjulur dan terdapat air kencing dan kotoran BAB di celananya. Kakinya sudah dalam kondisi jinjit.

Gambar 2: Korban saat di periksa petugas

Menurut saksi, sebelum kejadian pada jam 01.00 dini hari, korban sempat ke diskotik bersama teman-temannya untuk mabuk-mabukan dan melupakan masalah pribadinya. Tetapi korban bilang ingin pulang duluan dengan alasan mengantuk. Diduga, setelah korban sampai di vila sendirian, korban malah nekat gantung diri dengan melilitkan syal satin warna pink kesayangannya di shower dan di lehernya sendiri. Di dekat korban terdapat ember kecil yang sudah ditendang. Saat ditemukan korban masih mengenakan pakaian yang dikenakan semalam.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik vila dan dilanjutkan ke aparat setempat. Tak berselang lama petugas kepolisian tiba dan melakukan olah TKP dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Mayat korban kemudian dibawa ke RSUP Sanglah. Polsi juga menemukan surat dalam Bahasa Cina yang berisi curhatan tentang masalah keluarga dan asmara,” ungkap Kanitreskrim Polsek Kuta Utara Iptu Androyuan Elim saat dikonfirmasi Senin kemarin (26/11).