Sehabis cekcok, Agnes nekat gantung diri di kamar pacarnya. Lidahnya melet

oleh

BERKRIM MANADO – Diduga karena terlibat cekcok pertengkaran hebat dengan pacar pada malam hari, seorang gadis cantik bertubuh sintal dan berambut panjang bernama Agnes Mangkey (26), warga Desa Watudambo 2, Jaga 3 Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa utara, nekat memilih mengakhiri hidupnya sendiri dengan menggantung diri di dalam kamar pacarnya. Kapolsek Kauditan Iptu Muhammad Maulana menyatakan, jasad korban pertama ditemukan sang kakak Altje Mangkey pada Minggu (25/11/2018) pagi. “Kala itu ia datang untuk mengambil kunci motornya yang sebelumnya dipinjam korban,” kata dia Senin (26/11/2018) pagi.

Di ruang depan kamar pacar korban itu, ia mendapati Noldy, pacar korban tengah tidur di kursi. Altje pun langsung menuju ke kamar dimana korban tidur.  Altje kaget melihat sebuah kain seprai yang disimpul di ventilasi pintu atas dan mencium bau kotoran manusia. Dia pun langsung mencoba membuka pintu kamar, tetapi terkunci dari dalam. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dia pun membangunkan Noldy untuk mendobrak pintu tersebut. Setelah pintu didobrak,  alangkah terkejutnya ia begitu menemukan jasad Agnes tergantung di kusen dan tubuhnya mengganjal pintu.

Foto 2: Agnes semasa hidup

Tubuh Agnes yang sudah menjadi mayat ditemukan masih mengenakan kaos oblong warna merah dan celana jeans pendek sepaha dalam kondisi lehernya sudah terjerat kain seprai dengan lidah melet, muka berwarna keunguan, dan celana yang basah  “Di depan korban ada kursi plastik yang diduga sebagai pijakan terakhir korban, ” kata dia. Saksi pun berteriak dan memanggil RT setempat. Jasad Agnes baru diturunkan setelah polisi datang. Menurut keterangan Albert Mangkey ayah korban, sang anak dan pacarnya sudah lama tinggal bersama-sama meski belum resmi menikah. Malam sebelum kejadian, keduanya bertengkar hebat. “Diduga korban sakit hati pada pacarnya, ” katanya.

Agnes yang sehari-harinya merupakan pribadi yang sangat ceria. Keluarga korban tidak menyangka Agnes bisa melakukan tindakan nekat tersebut. Keluarga korban juga menolak untuk diadakan otopsi. Korban murni gantung diri dengan ciri-ciri lidah yang menjulur, dan mengeluarkan cukup banyak cairan mani dari vagina, dan tinja dari anusnya sehingga celananya menjadi basah dan mengeluarkan bau menyengat. (art)