Polda Jatim Tegaskan Penembakan PPS di Madura Tak Terkait Pilpres

oleh -1.253 views

Merdeka.com – Polda Jatim masih mendalami motif kasus penembakan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (21/11). Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kembali memastikan jika peristiwa penembakan yang menewaskan Subaidi bukan dipicu masalah perselisihan pemilihan presiden di media sosial.

“Tidak pernah ada pernyataan bila kasus pembunuhan itu terkait dengan Pilpres. Kasus ini masih diselidiki motifnya oleh penyidik,” ujarnya, Senin (26/11).

Sampai saat ini penyidik belum mengetahui secara pasti motif tersangka menembak korban hingga tewas. Disinggung soal perselisihan kedua orang itu terkait perbedaan pilihan calon presiden, Barung membantahnya.

“Siapa bilang dipicu karena status Pilpres? Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu,” tegasnya.

Sebelumnya, peristiwa penembakan ini terjadi pada Rabu (21/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Petugas Polsek Sokobanah, menerima laporan telah terjadi dugaan penganiayaan terhadap korban di Dusun Gimbuk, Desa Sokobanah Laok.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban ditemukan mengalami luka tembak dada sebelah kiri hingga menembus punggung. “Barang bukti yang kami amankan sebuah pistol rakitan dan peluru organik,” imbuh Barung.

Korban sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Pamekasan, dan kemudian di rujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya. Sayangnya, nyawa korban tidak bisa tertolong lagi. Korban meninggal dunia Kamis (22/11) pukul 16.05 WIB. Setelah itu korban langsung dibawa ke Sampang untuk dimakamkan.

Polda Jatim sudah melakukan penahanan terhadap pelaku penembakan yang diketahui berinisial IRS, dan menjerat tersangka dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. [noe]

SUMBER