Sebutan Sontoloyo dan Genderuwo Terlalu Halus untuk Mengutuk Politikus

oleh

Merdeka.com – Pengamat Politik Boni Hargens menilai yang dilakukan oleh para politikus sangat buruk dan akan berpengaruh terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Ia pun menganggap sebutan sontoloyo dan genderuwo untuk mengutuk para politikus sangatlah halus.

“Makanya yang saya bilang, sontoloyo dan genderuwo terlalu halus lah untuk mengutuk keadaan yang buruk ini,” kata Boni di Gado-gado Boplo, Jakarta Selatan, Sabtu (24/11).

Menurutnya, banyak para politikus yang sudah mengambil bahkan merampok hak-hak rakyat Indonesia. Hal itu ia sampaikan juga karena sependapat dengan Presiden Joko Widodo yang menyebut adanya politik sontoloyo dan genderuwo.

“Mereka tiba-tiba jadi orang yang agamis tetapi semua perampok, kita tahu semua perampok pembajak negara, mafia dimana-mana,” ujarnya.

Selain itu, ia menyindir pihak-pihak yang dengan sengaja memainkan isu agama pada Pilpres dan Pemilu 2019 mendatang. Ia menganggap, cara-cara tersebut sudah mengotori nilai-nilai demokrasi Indonesia.

“Tiba-tiba hanya mau menang pemilu pakai simbol seolah semua orang saleh, dan mulai menuduh kiri kanan, ini Jokowi anti-Islam ini itu, ya politik ini jadi tidak sehat,” ucapnya.

“Ya siapapun posisi lawan mereka pasti digitukan, kalaupun lawan mereka bukan Jokowi, mau kambing pasti akan digitukan, artinya yang salah itu sistem berpikirnya, cara berpikir dari politisi ini,” sambungnya. [eko]

SUMBER