Ini Curhatan Petani Tomat di Batu Malang Kepada Sandi

oleh -1.875 views

MALANG – Gabungan Kelompok Tani se-Kota Batu dan Pelaku UMKM Malang, bertemu dengan calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno di Lapangan Desa Sidomulyo Batu Malang,Jawa Timur Sabtu (23/11/2018).

Mereka meminta Sandi memperbaiki nasib hidup mereka yang makin terpuruk. Salah satunya seperti yang dialami Agus Sayur dari Desa Junrejo Batu Malang.

Agus mengatakan, kondisi petani tomat sungguh memperihatinkan. Bahkan, menurutnya, sudah tidak masuk akal untuk menanam tomat.

“Tahun 2018 ini Pak, keluhan dari petani harga-harga sayur mayur sangat memperihatinkan. Khususnya tomat. Kami panen 100 kg, dengan biaya penanaman perkilo tomat Rp 1500. Nah saat panen dijual hanya dapat Rp 300 Pak, kebayang rugi kami. Saya bingung Pak, rugi besar,” ucap Agus.

Agus juga meminta kepada Sandi untuk kembali menjadikan desanya sebagai penghasil bawang putih. Sebab, kata Agus, sejak ada impor, tidak lagi banyak yang menanamnya.

“Sekarang bawang putih komoditi impor. Bisakah bawang putih jadi komoditas pertanian kami lagi Pak,” katanya.

Menanggapi pernyataan Agus, Sandi mengatakan, seharusnya dalam kondisi petani sayur mayur seperti ini, pemerintah harus hadir.

“Ini sungguh ironi. Sangat-sangat. merugikan. Dengan harga tomat anjlok seperti ini, bisa membinasakan. Pemerintah harus hadir. Setiap produksi dibeli dengan harga yang layak,” ujar Sandi.

Sandi melanjutkan, jika Prabowo dan dirinya terpilih melayani rakyat Indonesia, ia berjanji akan membuat food station. Nantinya petani akan menjual hasik produksinya di tempat tersebut. Di food station itu juga akan disediakan food storage, sehingga hasil produksi pertanian bisa lebih tahan lama.

“Kami akan memulai sebuah sistem food station. Produksi petani tidak akan dibeli dibawah biaya produksi,” tandasnya. (cw6)

SUMBER