Astaga, Kembang desa ini tewas gantung diri dengan kain hijab karena batal menikah

oleh

BERKRIM SERANG (22/11) – Depresi karena pernikahan dibatalkan sepihak oleh pacarnya, Laras Oktaviani (18), seorang gadis dan kembang desa warga Kampung Nambo, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis, ditemukan gantung diri dengan cara menjerat lehernya sendiri dengan menggunakan kain hijab motif segitiga yang diikatkan di besi teralis jendela kamar tidurnya. Saat ditemukan, korban yang masih mengenakan kaos oblong motif kartun dan celana pendek pink tersebut jasadnya sudah lemas dengan lidah menjulur, kaki jinjit, tangan mengepal dan celananya sudah basah bagian depan dan belakang karena air seni bercampur tinja. Diduga korban tewas 30 menit sebelum ditemukan.

Menurut Kapolsek Ciruas, AKP Joko Irianto mayat gadis ABG ini pertama kali ditemukan oleh Masitoh, 52, ibu korban “Masitoh mengaku sempat memergoki korban menangis di kamar mandi sambil memegang kain jilbab pada jam 04.00 pagi tetapi ibunya mencoba menghiburnya dan menyuruhnya sholat Subuh agar lebih tenang. Setelah berwudhu, korban pun masuk ke kamarnya. Satu jam kemudian, ibunya membuka pintu kamar anaknya yang tidak terkunci untuk menyuruh korban mandi, dia langsung berteriak histeris melihat anaknya sudah menggantung diri dengan jilbabnya dan disebelahnya terdapat ember yang sudah terguling. Atas instruksi RT setempat, mayat korban dibiarkan menggantung sampai polisi datang. ” ujar Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, Ipda Atip Ruhyaman.

Gambar 1: Laras Semasa Hidup

Informasi yang didapat dari warga, sebelum melakukan aksi gantung diri, korban beserta keluarganya ingin menikahkah korban dengan pacarnya bernama MT (20), karena mereka berdua sudah cukup dekat dan sering pergi ke luar kota berdua sampai menginap. Takut hal yang tidak diinginkan terjadi, keluarga korban mendesak MT untuk menikahkan putrinya. Awalnya kedua orang tua MT setuju dan sudah menetapkan tanggal, tetapi 3 hari yang lalu secara sepihak keluarga MT membatalkan karena MT sudah dijodohkan dengan wanita lain. Menurut ibu korban, Laras sangat sayang dengan MT, bahkan jilbab yang dijadikan alat gantung diri itu merupakan pemberian MT minggu lalu.

Kapolsek juga mengatakan dari lokasi kejadian hanya menemukan secarik kertas surat yang ditulis korban dan berbunyi “Ayah ibu maafkan laras, tolong jangan bilang ke tetangga kalo laras gantung diri, bilang laras meninggal karna sakit, laras tidak mau jadi aib keluarga ini, bacakan laras surat yasin selama 40 hari agar aku tenang di akhirat, laras sayang ayah ibu”. Suratnya sudah kita amankan berikut kain jilbab yang dijadikan alat gantung diri,” tegas Kapolsek seraya mengatakan tidak menemukan adanya luka kejahatan ditubuh korban.