Ngambek minta kuliah tidak dituruti ortu, gadis ini gantung diri pakai jilbabnya

oleh

BERKRIM AMBON – Diduga gara-gara permintaan untuk kuliah di salah satu PTS ditolak orang tua karena tidak ada biaya, seorang gadis ABG bernama Ang­griani Safitri (18) di­temukan tewas gan­tung diri di kamarnya di Batu Merah RT 003/RW 03, Kota Ambon Minggu (18/11) seki­tar pukul 07.20 pagi. Korban ditemukan sudah tak bernyawa karena tercekik kain jilbab warna biru tua miliknya sendiri yang diikat di leher dan pada tali di ring balok atap rumah dalam kamar korban.

Kapolsek Sirimau AKP Emus Minan­larat, Minggu (18/11) kor­ban awalnya ditemu­kan oleh adiknya Rah­mat Andika Rusli Talla­sa (12) pada pukul 07.­00 WIT. Saat itu, Rahmat, dibangunkan oleh te­mannya bernama Ari untuk bermain na­mun ibu Masnia Ode menyuruhnya untuk minum teh terlebih dahulu sehingga Rahmat meminum teh di dapur tepat depan kamar korban.

Usai minum teh ketika hendak keluar Rahmat sempat mengintip korban didalam kamar namun ia ha­nya melihat korban dalam kon­disi berdiri dengan mata membuka namun ia belum me­nyadari korban sudah meninggal gantung diri.

“Jadi setelah adik korban yang Rahmat itu melihat korban berdiri di kamar namun ia tidak menyada­ri­nya korban sudah meninggal. Be­berapa menit kemudian adik kor­ban Fitria Tallasa masuk dan melihat ternyata bukan berdiri tetapi sudah tergan­tung sehingga ia ke­mudian ber­gegas menyampaikan kepada ibunya dan menanyakan “mama kanapa kaka ikat jilbab di kaka pung leher?. Ibunya langsung mengecek ternyata korban sudah tidak bisa tertolong lagi,” jelas Kapolsek.

Saat itu juga ayah korban Rusli Tallasa (40) yang baru bengun langsung menuju ke kamar korban mendapati korban dalam posisi tergantung dan kursi pijakannya sudah jatuh. Sehingga ayahnya langsung menurunkan korban dan menidurkan di tempat tidur.

“Saat menurunkan korban, mereka mengecek korban ternyata korban benar sudah meninggal, waktu itu kondisi korban lidahnya sudah melet dengan mata terbuka dan celana pendeknya sudah basah dengan tinja dan air kencing. Diduga korban melakukan aksinya pada jam 6.00 pagi karena kondisi mayat belum kaku ” ujar Kapolsek.

Gambar 1: Fitri saat disemayamkan di rumahnya

Warga setempat langsung mela­porkannya ke Bhabinkamtibas Amantelu Bripka Fathudin sehi­ngga anggota Polsek Sirimau langsung menuju TKP. “Sekitar pukul 08.10 WIT, polisi tiba di TKP dan langsung menga­mankan daerah TKP. Pada pukul 10.59 WIT jenasah korban dibawa dari rumah duka dan akan di makamkan di kampung halaman kakeknya La Badi di Dusun Tohoku Negeri Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Malteng dengan menggunakan mobil ambulans milik Masjid An-nur Batu Merah,” jelas Kapolsek.

“Menurut keterangan dari ayah korban bahwa korban sempat me­ngatakan kalau korban ingin kuliah bersama teman-temannya, korban malu karena hanya dia yang tidak kuliah. Namun ayahnya meminta sabar, ka­rena bapak belum ada uang. Setelah itu korban juga sempat merajuk dan menangis di kamar. Korban sendiri berkepri­badian tertutup. Dan untuk kematian korban dari pihak keluarga korban telah meng­ikhlaskan dan tidak mau untuk dilakukan otopsi,” ujarnya. (S-27)