Listrik Padam Sejak Kemarin, Warga Makassar Ramai-ramai Menginap di Hotel

oleh -169 views

Merdeka.com – Gangguan sistem kelistrikan mengakibatkan hampir semua wilayah di Sulawesi Selatan blackout atau padam total. Khusus di Kota Makassar, pemadaman listrik sudah terajdi sejak Kamis pukul 15.20 Wita sampai siang ini.

Akibat waktu pemadaman yang cukup lama, sebagian besar warga Makassar memilih bermalam di hotel untuk menikmati suasana kamar yang sejuk dan nyaman.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga yang dikonfirmasi, Jumat, (16/11) membenarkan situasi tersebut. Kata dia, dari pantauannya sejak kemarin telah terjadi pergerakan tingkat okupansi kamar hotel 20 hingga 25 persen.

“Terjadi pergerakan 20 hingga 25 persen karena warga banyak yang eksodus ke hotel,” tutur General Manager Hotel Claro Makassar, Anggiat Sinaga, kepada wartawan, Sabtu (16/11).

Anggiat mengakui, hotelnya menurunkan harga sewa kamar mulai 15 persen hingga 20 persen selama kondisi blackout terjadi. Namun dia pastikan kebijakan itu buka karena ingin menarik minta warga berbondong-bondong menginap.

“Jangan berbisnis pakai aji mumpung, itu tidak sehat. Jadi pihak hotel itu menurunkan sedikit harganya dengan memberi harga khusus itu untuk membantu warga jadi bukan untuk memanfaatkan situasi,” kata Anggiat Sinaga.

Di tempatnya di Hotel Claro sendiri, harga khusus juga diberikan. Harga normal per kamar rata-rata Rp 750 ribu per malam, dilepas Rp 600 ribu saja. Diperkirakan hari ini situasi akan kembali normal.

Sementara dari pantauan merdeka.com, hingga pukul 11.29 Wita sebagian daerah di Kota Makassar masih mengalami pemadaman listrik. Antara lain di wilayah Kelurahan Sudiang, Kelurahan Antang dan Kelurahan Borong. Sebenarnya dini hari tadi, sekitar pukul 02.00 wita, listrik sempat normal namun beberapa jam kemudian kembali padam.

Terpisah, General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (Sulselrabar), Bambang Yusuf, mengatakan saat ini petugas PLN masih terus berupaya melakukan pemulihan.

“Kita berharap hari ini atau paling tidak sebentar malam sudah pulih 100 persen,” kata Bambang Yusuf.

Dijelaskannya, gangguan kelistrikan diperkirakan terjadi di penghantar tegangan tinggi di daerah antara Makale (Toraja) hingga Palopo.

“Soal gangguannya apa, itu belum ditemukan. Tapi saat kondisi ini terjadi, hujan lebat sekali jadi diperkitakan itu karena petir. Belum ditemukan kerusakan fisik misalnya tiang listrik tumbang,” kata Bambang Yusuf. [lia]

SUMBER