Pacarnya kabur, janda muda yang hamil gantung diri dengan sebuah bra

oleh

BERKRIM KARAWANG- Kasus dugaan gantung diri seorang janda muda yang sedang hamil bernama NHW (31) atau biasa dipanggil Wati yang berprofesi sebagai  wanita penghibur itu warga Dusun Kalenraman, Karawang, Jawa Barat pada tanggal 14-11-2018 dalam kondisi telanjang bulat dalam penanganan Polsek Jatisari.

Menurut keterangan Kapolsek Jatisari, Kompol Bambang Iswanto, janda muda ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan sebuah bra/BH warna merah miliknya sendiri yang disimpul dan diikatkan di teralis jendela kamarnya setinggi 180cm. Korban sempat menenggak minuman keras (miras). Ini dibuktikan dengan adanya botol bekas miras di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Wanita muda beranak satu ini ternyata sering mengunggah status bernada emosi dan cemburu dalam akun facebook miliknya

“Korban nekat mengakhiri hidupnya karena rasa cemburu pada pacarnya yang beberapa minggu sudah tidak ada kabarnya padahal kondisi korban sedang mengandung 3 bulan,” kata Kompol Bambang. Kompol Bambang menuturkan, selain kekasih korban yang sedang dicari, polisi memeriksa 3 orang saksi yang saat kejadian sempat mendatangi rumah korban . “Tiga orang saksi dimintai keterangan termasuk ibu kontrakkan, teman dan anak korban.

Kompol Bambang mengatakan, jenazah korban ditemukan oleh ibu kontrakannya SM (61) pada jam 8 malam. Waktu itu saksi ingin menagih uang kontrakkan 3 bulan pada korban. Ketika membuka pintu ternyata dikunci dari dalam. Lalu SM mencoba mengintip lewat belakang, setelah mengintip lewat ventilasi ternyata korban dalam keadaan telanjang bulat menggantung sambil bersandar di teralis dan lehernya tercekik bra/BH nya sendiri. Disamping kakinya terdapat 3 buah bantal yang diduga menjadi pijakan saat gantung diri.

  

Gambar 1-2 Kamar dan rumah kontrakkan janda yang gantung diri

Hasil identifikasi di TKP, korban dengan kondisi telanjang bulat, lidah menjulur keluar, kaki jinjit dan mengeluarkan cukup banyak air seni dan lendir yang membanjiri lantai. ” imbuhnya. Hasil visum terhadap tubuh korban tidak ditemukan adanya tindak kekerasan. Tim Inafis Polres Karawang hanya menemukan luka jerat di leher bagian depan sepanjang 20×2 cm akibat jeratan BH, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.